Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono meresmikan beroperasinya Torasera Nurja Berkah di kawasan pusat bisnis Pondok Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (15/2).
Peresmian ini menjadi momentum strategis karena Torasera Nurja Berkah tercatat sebagai Torasera kedua yang berdiri di Indonesia. Ferry menilai kehadiran unit usaha ini membuktikan potensi besar pesantren sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berbasis komunitas.
“Ini merupakan bukti bahwa pesantren mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, tidak hanya bagi santri tetapi juga bagi masyarakat sekitar, melalui tata kelola usaha yang profesional dan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman,” ujar Ferry dalam keterangannya, Selasa (17/2).
Masuk Ekosistem Koperasi Merah Putih
Dalam kunjungan kerjanya, Ferry didampingi oleh Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Panel Barus, serta dua Staf Khusus Menteri, yakni Rudi Wijaya (Bidang Pembiayaan dan Perizinan) dan Wahyono Suparno (Bidang Harmonisasi dan Kolaborasi).
Ferry mendorong agar unit usaha di lingkungan pesantren ini segera berkembang menjadi koperasi modern. Ia menargetkan Torasera Nurja Berkah terintegrasi langsung dengan program strategis pemerintah, yakni Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“Torasera Nurja Berkah kita harapkan menjadi bagian penting dari ekosistem Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, sebagai pusat distribusi, penggerak usaha rakyat, sekaligus fondasi ekonomi desa,” tegas politisi Partai Gerindra tersebut.
Transparansi dan Akuntabilitas
Menkop juga menekankan pentingnya aspek transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan dalam pengelolaan usaha pesantren agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh anggota dan masyarakat sekitar.
Dukungan Pemerintah dan Ulama
Acara peresmian ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Probolinggo Fahmi Abdul Haq Zaini serta jajaran pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid, antara lain Pengasuh Ponpes KH. Moh. Zuhri Zaini, Kepala Ponpes KH. Abdul Hamid Wahid, dan Ketua Yayasan KH. Faiz Abdul Haq Zaini.
Hadir pula Asisten Deputi Bidang Kemitraan Leonardi Pratama dan Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Arina Nur Fauziyah.










