NGANJUK, Generasi.co — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menegaskan komitmennya untuk menggeser episentrum ekonomi nasional dari dominasi pemodal besar menuju kebangkitan ekonomi akar rumput.
Hal ini ditegaskan Kepala Negara saat meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) se-Jawa Timur dan Jawa Tengah yang dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5/2026). Prabowo menyebut, perkawinan antara program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan KDKMP akan menjadi mesin penggerak ekonomi baru yang luar biasa bagi desa.
Suntikan Rp10,8 Miliar: Menghidupkan Nadi Produsen Lokal
Presiden Prabowo membuka mata publik bahwa program MBG bukan sekadar urusan menuntaskan gizi buruk anak bangsa, melainkan sebuah injeksi langsung ke jantung ekonomi pedesaan.
Melalui simulasi yang dipaparkan Kepala Negara, program MBG diproyeksikan mampu memutar uang dalam jumlah fantastis di tingkat desa—dana segar yang sebelumnya tidak pernah ada.
“Saudara, nilai apa yang kita buat hari ini. Yang kita buat adalah hal-hal yang mendasar. Kita bikin MBG. Mendasar. Artinya adalah bahwa tiap hari di desa beredar uang,” tegas Presiden.
Ia merincikan, perputaran uang tersebut bisa mencapai lebih dari Rp10,8 miliar per desa dalam satu tahun. Ekosistem MBG akan menyerap langsung hasil panen masyarakat setempat tanpa harus melewati rantai distribusi tengkulak yang merugikan.
- “Artinya, yang tanam ikan lele bisa dijual. Yang tanam bawang merah bisa terjual. Yang bikin tempe bisa terbeli. Yang jual telur bisa. Semua produsen di desa itu hidup,” ungkap Prabowo mengilustrasikan dampak berganda (multiplier effect) program ini.
Ancaman Tangan Besi: Koruptor Anggaran Langsung Dicopot!
Mengelola anggaran bernilai triliunan rupiah hingga ke pelosok desa tentu membawa risiko besar, terutama potensi korupsi dan penyalahgunaan wewenang. Sadar akan kerawanan tersebut, Prabowo memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran birokrasi dan pelaksana lapangan.
Dengan nada tegas, ia memastikan pemerintahannya tidak akan memberikan ruang kompromi bagi siapa pun yang berani ‘mengakali’ dana rakyat.
“Pemerintah saya tidak ragu-ragu, siapa pun yang melanggar, yang menyimpang, yang menyalahgunakan kewenangan, akan kita tertibkan, kita bersihkan, kita copot dari jabatan!” ancam Presiden.
Sikap tegas ini berakar dari tingginya harapan rakyat kecil terhadap program tersebut. Prabowo mengaku sering dicegat oleh warga di berbagai daerah yang memohon agar MBG tidak dihentikan karena sangat meringankan beban dapur mereka.
Pangkas Bunga Kredit PNM Mekaar di Bawah 10 Persen
Selain urusan logistik pangan, Kepala Negara juga menyoroti jeratan bunga tinggi yang kerap mencekik pelaku usaha ultra mikro. Untuk memutus mata rantai tersebut, Prabowo telah menginstruksikan pemangkasan drastis suku bunga kredit program ultra mikro PNM Mekaar.
- “Tadinya bunganya itu 24 persen, 22 persen. Saya perintahkan harus turun, di bawah 10 persen,” kata Prabowo disambut antusiasme warga yang hadir.
Ke depan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak hanya akan mengurus distribusi hasil panen, tetapi juga akan ditransformasikan menjadi pusat layanan keuangan rakyat. Koperasi ini disiapkan untuk menyalurkan kredit murah, sehingga industrialisasi berbasis desa dapat segera terwujud di seluruh pelosok Indonesia.










