Soroti Survei Nasional, Ketua MPR Ahmad Muzani: 73 Persen Rakyat Indonesia Siap Berperang Bela Negara!

Ketua MPR RI Ahmad Muzani/Ist.

SINGARAJA, Generasi.co — Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, membeberkan fakta mengejutkan sekaligus membanggakan terkait tingginya angka patriotisme dan nasionalisme masyarakat Indonesia. Berdasarkan hasil survei nasional terbaru yang dirilis pada Maret 2026, mayoritas mutlak warga negara menyatakan siap angkat senjata demi mempertahankan kedaulatan NKRI.

Pernyataan tersebut disampaikan Muzani saat memberikan Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan (IMK) Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, Jumat (15/5/2026).

Jiwa Nasionalisme Kuat: 73% Siap Masuk Medan Perang

Di hadapan ratusan mahasiswa, Muzani memaparkan tiga data krusial dari survei nasional tersebut yang menunjukkan bahwa fondasi dan pijakan batin masyarakat dalam bernegara masih berada di jalur yang sangat kokoh.

  • 98 persen masyarakat Indonesia mengaku sangat bangga terhadap identitas kebangsaannya sebagai bagian dari Indonesia.
  • 73 persen masyarakat menyatakan siap diterjunkan ke medan perang apabila negara dalam kondisi terancam dan membutuhkan bantuan.
  • 68 persen masyarakat hafal di luar kepala seluruh sila Pancasila.

“Dari survei itu ditanya, apakah saudara siap membela negara, termasuk berperang jika negara memerlukan saudara untuk ikut membela negara? 73 persen siap berperang. 68% juga hafal Pancasila. Ini menunjukkan bahwa pijakan bernegara kita sudah baik,” tegas Muzani.

Dampak Perang Global dan Seruan Kemandirian Mahasiswa

Pemaparan data kesiapan perang ini sengaja diangkat Muzani bukan tanpa alasan. Ia mengaitkannya dengan situasi geopolitik dunia saat ini, di mana berkecamuknya perang di kawasan Timur Tengah dan Eropa secara tidak langsung telah memukul stabilitas ekonomi domestik Indonesia.

Muzani menjelaskan bahwa konflik bersenjata global memicu kelangkaan pasokan barang dan lonjakan harga kebutuhan pokok di dalam negeri yang menyulitkan masyarakat. Oleh karena itu, ia menantang generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk membangun ketahanan diri yang adaptif.

“Perang menyebabkan kebutuhan kita menjadi sulit. Itu semua harus kita hadapi. Karena itu, kita harus memiliki kemampuan dan ketahanan diri yang baik. Mahasiswa harus memiliki kemandirian dan inovasi yang baik,” terangnya.

Kawal Anggaran Rp54 Miliar untuk Kampus IMK

Selain membakar semangat nasionalisme mahasiswa, kunjungan Ketua MPR RI ini juga membawa angin segar bagi pembangunan infrastruktur pendidikan keagamaan di Bali Utara.

Muzani merespons langsung curahan hati Rektor IMK Singaraja, I Gede Suwindia, terkait mandeknya proyek gedung pascasarjana akibat keterbatasan anggaran. Saat ini, proyek tersebut baru merampungkan tahap kedua yang meliputi pembangunan basement dan struktur lantai satu.

Menanggapi kebutuhan dana penyelesaian yang mencapai sekitar Rp54 miliar tersebut, Muzani berjanji akan pasang badan untuk mengawal dan menyampaikannya langsung kepada Kementerian Agama agar segera ditindaklanjuti.

Rektor IMK Singaraja, I Gede Suwindia, mengapresiasi komitmen Ketua MPR tersebut. Menurutnya, kehadiran pucuk pimpinan MPR RI ini menjadi momentum emas untuk mempertebal ideologi kebangsaan mahasiswa sekaligus momentum akselerasi mutu pendidikan kampus di masa depan.