Generasi.co, Solo – Kebijakan Pemerintah Kota Solo yang memasang baliho ucapan selamat ulang tahun ke-65 untuk Presiden ke-7 RI Joko Widodo di sejumlah titik kota menuai sorotan dari DPC Partai Gerindra Solo. Pemasangan yang difasilitasi Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo SP) itu disebut tersebar di sekitar tujuh lokasi strategis.
Salah satu baliho berukuran besar terpasang di kawasan Tugu Lilin dengan menampilkan foto Jokowi serta ucapan selamat ulang tahun bertanggal 21 Juni 2026.
Ketua DPC Partai Gerindra Solo, Ardiyanto, menilai pemasangan baliho tersebut kemungkinan merupakan bentuk kejutan atau apresiasi dari pemerintah kota. Namun, ia menyatakan kekecewaannya terhadap kebijakan tersebut yang dinilai tidak konsisten dalam perlakuan terhadap tokoh nasional lainnya.
Ia menyinggung tidak adanya perlakuan serupa dari Pemkot Solo ketika Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Presiden RI Prabowo Subianto merayakan hari ulang tahun beberapa waktu lalu.
“Sebagai Ketua DPC, saya merasa cukup kecewa juga. Mengapa ketika Pak Prabowo yang juga merupakan kader Gerindra berulang tahun, tidak ada ucapan serupa dari Pemkot?” kata Ardiyanto, Senin (22/6/2026).
Ardiyanto meminta adanya evaluasi internal terkait penggunaan fasilitas baliho publik oleh pemerintah kota. Ia juga menyarankan agar ke depan ruang reklame dapat lebih banyak memanfaatkan media swasta untuk menghindari polemik serupa.
Meski demikian, ia mengaku tidak ingin berspekulasi lebih jauh mengenai adanya unsur politik dalam pemasangan baliho tersebut.
“Kalau unsur politik ke arah sana, saya belum bisa memaknai. Namun, karena posisi Pak Jokowi saat ini berada di Solo, mungkin itu menjadi pertimbangan Pemkot,” ujarnya.
Di sisi lain, Wali Kota Solo Respati Ardi menegaskan bahwa pemasangan baliho tersebut merupakan bentuk apresiasi dari Pemerintah Kota Surakarta atas jasa dan dedikasi Jokowi selama memimpin.
Menurutnya, masa kepemimpinan Jokowi membawa perubahan besar bagi Kota Solo, sehingga layak mendapat penghormatan dalam bentuk ucapan publik.
“Tentu ini adalah bentuk apresiasi dari Pemerintah Kota Surakarta. Kita semua ingat bahwa di era beliau, Kota Surakarta mengalami perubahan yang sangat drastis dan pembangunan yang luar biasa,” ujar Respati di Gedung DPRD Solo.
Ia menambahkan, ucapan tersebut juga menjadi pengingat atas perjalanan karier Jokowi yang dimulai dari Wali Kota Solo hingga menjadi Presiden RI.
“Ini apresiasi dari kami untuk beliau, sebagai Wali Kota Solo ke-16 sekaligus Presiden ke-7 Republik Indonesia,” katanya.
Menanggapi perbandingan dengan tokoh nasional lain, termasuk Presiden Prabowo Subianto, Respati menyebut faktor keberadaan Jokowi yang saat ini tinggal di Solo menjadi alasan utama pemasangan baliho di ruang publik kota.
“Ya kan hari ulang tahunnya beliau di sini (Solo),” pungkasnya.










