Ketua MPR Ahmad Muzani Bantah Isu Gejolak Agustus Jelang HUT RI

Ketua MPR RI Ahmad Muzani/Ist.

Generasi.co, BLITAR – Ketua MPR Ahmad Muzani menegaskan masyarakat tidak perlu terpengaruh isu mengenai kemungkinan terjadinya gejolak besar pada Agustus menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Muzani meminta momentum 17 Agustus tetap dimaknai sebagai perayaan persatuan bangsa dan kesempatan untuk memperkuat semangat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.

Menurut Muzani, persatuan menjadi modal utama agar Indonesia dapat terus berkembang menjadi bangsa yang besar, kuat, dan berwibawa.

“Persatuan adalah syarat untuk kita bisa bangkit menjadi bangsa yang besar, yang kuat, dan berwibawa,” ujar Ahmad Muzani.

Pernyataan tersebut disampaikan Muzani setelah melakukan ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar, Jawa Timur. Ia merespons berbagai isu yang beredar di ruang digital dan dikaitkan dengan kondisi nasional menjelang bulan kemerdekaan.

Muzani mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat menimbulkan keresahan maupun perpecahan. Ia menilai peringatan kemerdekaan harus menjadi momentum untuk melihat masa depan bangsa dengan optimisme.

“81 tahun sudah kita merdeka adalah waktu yang cukup panjang dan kita akan menjadi bangsa yang lebih baik. Sekali lagi, kita hanya akan lebih baik jika kita bersatu dari perbedaan, bersatu dari keberagaman,” katanya.

Ia menilai perjalanan kemerdekaan Indonesia selama 81 tahun merupakan hasil dari perjuangan panjang bangsa dalam membebaskan diri dari penjajahan.

“Peristiwa 17 Agustus adalah peristiwa yang sangat penting dan sakral. Bagaimana bangsa Indonesia membebaskan diri dari cengkeraman penjajahan, dari pendudukan kekuatan asing. Karena itu, harus menjadi sebuah peristiwa yang menggembirakan dan menyemangati akan masa depan kita,” kata Muzani.

Muzani juga mengajak seluruh masyarakat di berbagai wilayah untuk menjaga semangat persatuan, mulai dari lingkungan desa, kota, hingga ruang sosial terkecil.

“Kami merasa yakin bahwa perasaan bersatu menjadi sebuah kekuatan bangsa kita, di mana pun saudara-saudara berada di desa, di kota, di gang-gang, dan di mana pun, persatuan menjadi sebuah kekuatan yang terus-menerus akan kita gaungkan dan menjadi sebuah kebutuhan kita semua,” ujarnya.

Ia menegaskan keberagaman suku, agama, budaya, serta perbedaan pilihan politik tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat untuk menjaga kebersamaan.

Muzani berharap isu mengenai gejolak Agustus tidak mengganggu suasana menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Ia kembali menekankan bahwa persatuan harus menjadi kekuatan utama bangsa Indonesia.