Sebanyak 500 tokoh parlemen dari berbagai negara mengirim surat kepada Donald Trump, mendesak agar ia mengambil langkah untuk menghentikan perang di Gaza dan mendorong perdamaian.
Generasi.co, Jakarta – Sebanyak lebih dari 500 tokoh dan mantan anggota parlemen dunia yang tergabung dalam The Free Parliamentarians of the World mengirim surat terbuka kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mendesaknya untuk mengambil langkah nyata menghentikan perang di Gaza.
Surat tersebut ditandatangani pada 11 Mei 2025 oleh sejumlah tokoh internasional, termasuk Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Zwelivelile Mandela (cucu Nelson Mandela), Osama al-Nujaifi (mantan Ketua Parlemen Irak), Abdelilah Ben Kiran (mantan Perdana Menteri Maroko), Aymen Noor (mantan capres Mesir), Abdelmadjid Menasra, Syed Ibrahim Syed Noh, dan Yasin Aktay.
Isi surat menekankan bahwa konflik berkepanjangan di Gaza telah menewaskan lebih dari 50 ribu jiwa, dan memerlukan tindakan nyata, bukan sekadar empati simbolik.
AS Diminta Hentikan Dukungan ke Israel dan Dorong Dialog Damai
Para tokoh mengecam keterlibatan negara-negara besar dalam mendukung Israel, yang mereka tuding telah melakukan genosida dan praktik apartheid sejak peristiwa Nakba 1948.
Surat tersebut juga menjadi peringatan agar tragedi kemanusiaan seperti Nakba tidak terulang kembali di era modern.
The Free Parliamentarians of the World menyerukan agar Amerika Serikat menghentikan keterlibatannya dalam konflik secara aktif dan mulai mendorong upaya gencatan senjata serta perdamaian secara independen.
Hidayat Nur Wahid mencontohkan pembebasan sandera tentara Israel berkewarganegaraan AS, Edan Alexander, sebagai bukti efektivitas dialog dibanding kekerasan bersenjata.
Mereka juga mendesak AS untuk mengoreksi sikapnya terhadap konflik Gaza dan kembali kepada komitmen hak asasi manusia dan keadilan universal sebagaimana tertuang dalam konstitusi AS dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
“Dialog yang jujur dan bertanggung jawab adalah jalan keluar efektif dibandingkan kekerasan dan kebrutalan,” tegas para tokoh dalam pernyataannya.










