Muzani Bahas Sinkronisasi Kebijakan Jam Operasional Truk Tambang di Parungpanjang-Tangerang

Ahmad Muzani bertemu Pemkab Bogor dan Tangerang membahas pembangunan infrastruktur dan kebijakan truk tambang (Sumber: Instagram @ahmadmuzani2)
Ahmad Muzani bertemu Pemkab Bogor dan Tangerang membahas pembangunan infrastruktur dan kebijakan truk tambang (Sumber: Instagram @ahmadmuzani2)

Ketua MPR RI Ahmad Muzani bertemu Bupati Bogor dan Tangerang bahas infrastruktur dan sinkronisasi aturan truk tambang untuk menjaga kondusifitas wilayah.

Generasi.co, Jakarta – Ketua MPR RI Ahmad Muzani menggelar pertemuan dengan kepala daerah dari Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang. Dalam unggahan akun Instagram pribadinya, @ahmadmuzani2, Senin (22/9/2025), Muzani menyebut pertemuan tersebut membahas pembangunan infrastruktur dan aspirasi masyarakat.

“Kemarin sore saya bersilaturahmi dengan Bupati Bogor, Wakil Bupati Bogor dan Bupati Tangerang beserta perangkat daerah masing-masing kabupaten, serta turut hadir juga perwakilan masyarakat untuk berdiskusi tentang pembangunan infrastruktur di wilayah masing-masing,” tulis Muzani.

Ia juga menekankan pemerintah daerah terus berusaha memberikan kenyamanan bagi masyarakat melalui pembangunan yang merata.

Dalam unggahan itu, Muzani membagikan beberapa foto momen pertemuan. Terlihat ia berdiskusi langsung dan berjabat tangan dengan Bupati Tangerang Maesyal Rasyid serta Bupati dan Wakil Bupati Bogor, Rudy Susmanto dan Ade Ruhandi.

Bahas Sinkronisasi Aturan Truk Tambang

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang telah mengadakan rapat koordinasi untuk membahas perbedaan kebijakan terkait jam operasional truk tambang di kawasan Parungpanjang. Ketidaksinkronan aturan antara kedua wilayah sempat menimbulkan aksi blokade oleh sopir truk.

Pertemuan yang digelar di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, pada Jumat (19/9) dipimpin langsung oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto. Dari pihak Tangerang, hadir Sekretaris Daerah, Camat Legok, dan Kepala Dinas Perhubungan. Bupati Tangerang Maesyal Rasyid berhalangan hadir karena sedang meninjau lokasi banjir.

Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menjelaskan perbedaan kebijakan jam operasional menjadi sumber keresahan.

“Bogor memberikan relaksasi jam siang, sementara Tangerang tidak. Perbedaan ini menimbulkan blokade jalan,” kata Ajat.

Menurut Ajat, penting bagi kedua daerah untuk menyamakan persepsi demi menghindari kebingungan di lapangan dan menjaga stabilitas sosial-ekonomi.

“Tujuannya menjaga kondusifitas. Tidak ada ego masing-masing daerah, semua untuk kepentingan masyarakat,” tambahnya.

Ia juga menekankan koordinasi lintas daerah tidak hanya soal teknis, melainkan menyangkut semangat kebersamaan dalam membangun bangsa.

“Kita bicara tentang Indonesia, bukan hanya ego daerah. Yang penting kondusifitas terjaga,” ujar Ajat.

Pertemuan lanjutan antara kedua kepala daerah dijadwalkan berlangsung pada Minggu mendatang untuk merumuskan langkah konkret terkait sinkronisasi aturan operasional angkutan tambang.

(BAS/Red)