Generasi.co, Bekasi – Motor Listrik Nasional (MoLiNas) menjadi salah satu contoh kolaborasi pemerintah, BUMN, perusahaan nasional, swasta, dan akademisi untuk memperkuat kemandirian industri serta penguasaan sains dan teknologi Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto menilai kemampuan suatu negara menguasai sains dan teknologi sekaligus menggunakannya untuk menopang kehidupan bangsa menjadi salah satu penentu keberhasilan di era modern.
“Hari ini adalah menurut pendapat saya, salah satu contoh yang baik dari apa yang saya sebut Indonesia Incorporated. Keberhasilan suatu bangsa di era modern adalah kemampuan bangsa itu menguasai sains dan teknologi, dan menggunakan teknologi untuk melangsungkan kehidupan bangsa tersebut. Baru bisa dikatakan bangsa itu berhasil, negara itu berhasil,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, pengembangan MoLiNas memperlihatkan pentingnya sinergi berbagai unsur dalam negeri. Kolaborasi tersebut melibatkan perusahaan swasta, entrepreneur, wiraswasta, BUMN, serta dunia akademis yang berperan menghasilkan tenaga ahli di bidang penelitian dan pengembangan.
“Hari ini adalah hari yang sangat penting. Di sini saya ingin ucapkan terima kasih saya, penghargaan saya kepada semua unsur. Dari perusahaan-perusahaan swasta, para entrepreneur, para wiraswasta, dari BUMN-BUMN, dari dunia akademis, yang menghasilkan para pakar yang merupakan inti daripada research and development, dari Litbang,” ujar Prabowo.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani mengatakan kolaborasi tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo agar Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam menjalankan kegiatan ekonomi.
“Acara pada hari ini sangat-sangat penting dan sangat-sangat strategis, karena sesuai dengan arahan Bapak Presiden bahwa kita ini harus mandiri, kita harus berdikari, berdiri di atas kaki sendiri untuk setiap kegiatan ekonomi yang ada di Indonesia,” ujar Rosan.
Rosan mengatakan pengembangan MoLiNas melibatkan pemerintah, BUMN, pengusaha nasional, dan perusahaan nasional. Menurut dia, berbagai unsur yang dibutuhkan untuk membangun motor listrik nasional telah tersedia di dalam negeri.
“MoLiNas ini adalah kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, Badan Usaha Milik Negara, dan juga pengusaha nasional, perusahaan nasional dalam rangka kita meningkatkan peran dari kemandirian kita. Kalau kita lihat, Bapak Presiden, ingredient-nya atau recipe-nya kita untuk motor listrik nasional ini semuanya ada di kita, Bapak Presiden,” kata Rosan.
Prabowo meluncurkan MoLiNas beserta ekosistem pendukungnya di Fasilitas Produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).
Sebelum peluncuran, Prabowo meninjau proses produksi motor listrik. Presiden kemudian menuju area ekspo untuk melihat stan ekosistem kendaraan listrik sekaligus menandatangani plakat produksi ALVA sebanyak 20 ribu unit.
Peluncuran MoLiNas diarahkan untuk menghadirkan mobilitas yang lebih terjangkau dan berkualitas sekaligus memperkuat industri, teknologi, ketahanan energi, dan nilai tambah nasional.
Pengembangan MoLiNas juga menjadi bagian dari upaya Indonesia membangun industri sendiri dan menghasilkan produk bernilai tambah dari kekuatan nasional. Melalui kolaborasi tersebut, motor listrik nasional ditempatkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian teknologi, energi, dan ekonomi.










