Prasetyo Hadi: Penanganan Karhutla Bisa Disesuaikan Kondisi Daerah

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan keterangan pers kepada awak media di Gedung Nusantara III DPR/MPR RI, Jakarta, pada Senin, 10 Agustus 2026. Foto: BPMI Setpres

Generasi.co, Jakarta – Pemerintah memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk menyesuaikan langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan kondisi di wilayah masing-masing. Dukungan pemerintah pusat juga dipastikan tetap diberikan untuk memenuhi kebutuhan penanganan di lapangan.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan penyesuaian dapat dilakukan apabila kondisi di daerah membutuhkan langkah berbeda. Hal tersebut menjadi salah satu hal yang dibahas dalam koordinasi bersama Menko PMK Pratikno.

“Kemarin kami berkoordinasi dengan Menko PMK, Prof. Pratik salah satunya juga mendiskusikan itu bilamana dirasa di lapangan untuk disesuaikan, ya kita tidak ada masalah disesuaikan dengan kondisi di daerah masing-masing,” ujar Prasetyo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Pemerintah juga telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan tidak ada kendala administratif maupun logistik dalam penanganan karhutla. Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan di lapangan dapat segera dipenuhi dan proses pemadaman berjalan optimal.

Prasetyo mencontohkan penanganan karhutla di Bromo. Menurut dia, masih terdapat dua titik api yang tersisa karena kondisi yang sangat kering sehingga proses pemadaman menjadi tidak mudah.

“Alhamdulillah seperti yang dilaporkan seperti di Bromo, kemarin tersisa dua titik api itu yang memang karena apa namanya el nino-nya memang cukup kering ya, sangat tinggi dan itu menyebabkan proses pemadaman tidak mudah,” katanya.

Prasetyo mengapresiasi personel dan masyarakat yang terlibat dalam penanganan karhutla. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api baru.

Ia meminta masyarakat tidak membuang puntung rokok dan korek api sembarangan serta menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar.

“Jadi kami himbau kita semua bekerja sama untuk mengurangi dan segera memastikan karhutla-karhutla ini bisa kita selesaikan,” jelasnya.