Generasi.co, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) tidak akan melakukan pengadaan CCTV dalam jumlah besar untuk seluruh dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BGN Sudaryono mengatakan pihaknya akan memaksimalkan kamera yang sudah terpasang di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan menghubungkannya ke pusat pemantauan.
Sudaryono memastikan pengadaan CCTV tidak akan menelan anggaran hingga ratusan miliar rupiah. Ia ingin menghindari pengadaan berskala besar seperti yang pernah dilakukan sebelumnya.
“Jadi, insya Allah sih tidak akan ada pengadaan yang bombastis kayak yang lalu-lalu sampai ratusan miliar dan lain sebagainya. Enggak akan ada,” ujar Sudaryono di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Menurut Sudaryono, BGN tidak perlu membeli puluhan ribu unit CCTV baru karena perangkat tersebut telah tersedia di masing-masing dapur MBG. Fokus pengawasan akan diarahkan pada integrasi rekaman kamera ke pusat.
“Kami berusaha untuk sebisa mungkin itu kita tidak membeli atau melakukan pengadaan-pengadaan untuk misalnya beli-beli CCTV 90.000, enggak ada. Jadi, kami berusaha bagaimana mengoneksi saja. Jadi, CCTV yang sudah ada di setiap dapur itu kemudian bagaimana kita koneksikan (ke pusat) saja,” katanya.
Sudaryono juga mengkhawatirkan pengadaan dengan anggaran besar justru berujung menjadi temuan aparat penegak hukum. Ia menyinggung kasus yang menyeret mantan Kepala BGN Dadan Hindayana terkait dugaan korupsi.
Sebelumnya, mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya mengungkap dugaan kejanggalan proyek pengadaan CCTV dan sistem sidik jari untuk dapur MBG saat diperiksa penyidik Kejaksaan Agung pada Kamis (18/6/2026).
Kuasa hukum Sony, Krisna Murti, menyebut proyek tersebut bernilai lebih dari Rp 300 miliar untuk pemasangan perangkat di sekitar 5.000 titik SPPG.
Setiap SPPG direncanakan mendapat lima unit CCTV dan perangkat sidik jari. Pengadaan tersebut dikerjakan vendor melalui skema outsourcing, dengan masa kontrak berakhir pada 19 Februari 2026.
Sebelum kontrak berakhir, Sony sempat meminta vendor menunjukkan bukti pemasangan perangkat di lapangan.










