Dana SAL Rp18,5 Triliun Masuk ke BNI, Ini Penggunaannya

Gedung BNI/Portal BNI

Generasi.co, Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mendapat tambahan penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp18,5 triliun pada Agustus 2026. Dana tersebut akan diarahkan untuk memperkuat pembiayaan sektor produktif.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan tambahan likuiditas itu juga memberi ruang bagi perseroan untuk menjaga likuiditas sekaligus memenuhi kebutuhan pembiayaan dunia usaha dan masyarakat.

“Tambahan dana SAL akan memperkuat struktur pendanaan BNI dan memberikan ruang lebih besar bagi perseroan untuk menjaga likuiditas sekaligus memenuhi kebutuhan pembiayaan dunia usaha dan masyarakat,” kata Okki dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2026).

Dari alokasi Rp18,5 triliun tersebut, Rp11 triliun telah ditempatkan pada 5 Agustus 2026. Adapun sisa Rp7,5 triliun dijadwalkan masuk pada 10-14 Agustus 2026.

Okki mengatakan tambahan likuiditas akan mendorong fungsi intermediasi BNI, terutama melalui pembiayaan sektor produktif. Pengelolaan likuiditas dan penguatan fungsi intermediasi tersebut juga sejalan dengan arah transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia.

Meski memperoleh tambahan dana pemerintah, BNI tetap akan menyalurkan kredit secara selektif. Perseroan mempertimbangkan kelayakan usaha, kualitas debitur, dan profil risiko dalam memberikan pembiayaan.

“Seluruh penyaluran kredit tetap dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, serta manajemen risiko yang kuat,” ujar Okki.

Pemerintah sebelumnya menambah penempatan SAL sebesar Rp70 triliun ke bank-bank milik negara.

Okki memastikan BNI mengelola dana pemerintah tersebut secara profesional dan transparan dengan mempertimbangkan penciptaan nilai jangka panjang bagi negara dan masyarakat.

Melalui penempatan dana SAL, BNI akan menjaga keseimbangan antara ekspansi pembiayaan, kecukupan likuiditas, dan kualitas aset.