Transaksi Livin’ Mandiri Tembus Rp14.195 Triliun, 99 Persen Nasabah Pilih Digital

Kantor Mandiri/Mandiri

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus mempertegas komitmennya sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mendorong inklusi keuangan nasional. Dominasi digitalisasi kian tak terbendung, tercermin dari data transaksi ritel non-tunai perseroan yang 99,2 persen kini telah dilakukan secara digital melalui aplikasi Livin’ by Mandiri.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyatakan bahwa capaian ini sejalan dengan pertumbuhan berkelanjutan jumlah pengguna dan volume transaksi yang didorong oleh meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat. Livin’ by Mandiri kini telah memantapkan diri sebagai solusi finansial utama nasabah.

“Sejalan dengan kebutuhan nasabah akan layanan yang cepat dan praktis, Bank Mandiri menghadirkan Livin’ by Mandiri sebagai solusi digital yang menyederhanakan proses transaksi agar berjalan lebih efisien dan efektif,” ujar Riduan dalam keterangannya, Senin (19/01).

Pengguna dan Transaksi Tembus Angka Fantastis

Berdasarkan data hingga 30 November 2025, super app andalan bank berkode emiten BMRI ini mencatatkan kinerja impresif:

  • Jumlah Pengguna: Tembus 36,5 juta pengguna, melesat 27,1 persen secara tahunan (year on year/YoY).
  • Frekuensi Transaksi: Mencapai 11,36 miliar transaksi, tumbuh 21,6 persen YoY.
  • Nilai Transaksi: Tembus Rp14.195 triliun, tumbuh 6,75 persen YoY.

Riduan menilai pertumbuhan positif ini tidak lepas dari strategi perusahaan yang berorientasi pada kemudahan pengguna serta maksimalisasi sinergi ekosistem.

Inovasi QRIS Tap hingga Mata Uang Won Korea

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, Bank Mandiri terus meluncurkan fitur-fitur anyar yang relevan dengan perkembangan teknologi.

Salah satu fitur yang kini diadopsi secara masif adalah QRIS Tap. Diluncurkan pada pertengahan 2025, fitur ini memungkinkan pengguna Android bertransaksi hanya dengan menempelkan ponsel ber-NFC ke mesin EDC atau gerbang transportasi (gate), tanpa perlu memindai kode QR secara manual.

Fitur contactless ini sudah dapat digunakan di berbagai moda transportasi publik seperti Commuter Line, MRT Jakarta, Transjakarta, LRT Jabodebek, hingga Damri.

Tak hanya di dalam negeri, Livin’ by Mandiri juga memperluas kapabilitas transaksi lintas negara (cross border).

  1. QR Cross Border: Memudahkan nasabah bertransaksi QRIS di luar negeri, termasuk Jepang, semudah memindai QRIS di Indonesia.
  2. Tabungan Multi Currency: Nasabah cukup memiliki satu rekening utama (Main Account) yang terhubung dengan beberapa rekening sub (Sub Account) dalam berbagai mata uang asing.
  3. Fitur Korea Selatan (Terbaru): Pengguna kini bisa membuka Tabungan Multi Currency mata uang Won Korea (KRW). Rekening ini dapat dihubungkan langsung ke kartu Mandiri Debit Visa, sehingga nasabah bisa menikmati transaksi bebas konversi kurs saat berada di Korea Selatan.

Kemudahan Investasi SBN Sekunder

Selain fitur transaksi, minat nasabah terhadap fitur investasi di Livin’ juga menunjukkan tren peningkatan. Hal ini didorong oleh peluncuran fitur Investasi Surat Berharga Negara (SBN) Sekunder pada September 2025.

Fitur ini menawarkan fleksibilitas tinggi bagi investor ritel:

  • Modal Terjangkau: Investasi dapat dimulai dari Rp1 juta.
  • Akses Real-time: Nasabah bisa bertransaksi kapan saja dan di mana saja.
  • Transparansi: Pengguna dapat membandingkan seri SBN yang tersedia serta mengakses data historis harga maupun imbal hasil (yield).

Riduan menyebut transparansi ini memberikan kenyamanan bagi investor, terutama mereka yang mencari instrumen berisiko rendah namun tetap memberikan potensi keuntungan menarik.

Menutup keterangannya, Riduan menegaskan bahwa Bank Mandiri akan terus mengarahkan pengembangan Livin’ pada peningkatan akses dan utilitas bagi masyarakat luas.

“Kami berkomitmen untuk terus mendorong akselerasi digital melalui pengembangan fitur yang dirancang agar manfaat dan nilai tambahnya dapat dirasakan secara nyata oleh nasabah,” pungkasnya.