Ini Alasan Pramugari Minta Penumpang Hindari Celana Pendek Saat Naik Pesawat

Kabin Penumpang Pesawat/Pexels

Generasi.co, Jakarta – Penumpang pesawat disarankan mengenakan celana panjang yang menutupi seluruh kaki demi alasan kebersihan. Seorang pramugari yang telah bekerja selama 11 tahun memperingatkan penumpang agar tidak mengenakan celana pendek, rok, atau gaun saat berada di pesawat.

Charity Nelms, mantan kontestan Survivor 48, mengatakan selama bekerja sebagai pramugari dia telah melihat berbagai hal yang terjadi di kursi pesawat. Karena itu, dia meminta penumpang tidak membiarkan kulit kaki bersentuhan langsung dengan kursi.

“Saya memberi tahu Anda, sebagai seorang pramugari, tentang banyaknya hal yang pernah saya lihat di kursi pesawat,” kata Nelms dalam video TikTok.

“Kenakan celana. Celana pendek, rok, gaun, sama sekali jangan. Kenakan celana panjang. Jangan ada kulit Anda yang menyentuh kursi itu,” ujarnya.

Nelms mengatakan kondisi kursi pesawat membuat penumpang perlu lebih memperhatikan kebersihan selama penerbangan. Ia juga mengingatkan penumpang untuk membersihkan sabuk pengaman setelah naik ke pesawat.

Menurut Nelms, bagian logam pada sabuk pengaman sering disentuh banyak orang. Bagian kain sabuk juga perlu dibersihkan karena penumpang menarik dan memegangnya.

“Banyak muntahan, muntahan bayi, cairan tubuh, cairan yang tumpah, dan berbagai benda acak yang berakhir di sabuk pengaman,” katanya. “Bersihkan.”

Peringatan serupa disampaikan Cher Killoguh, pramugari yang berbasis di Dallas, Texas. Ia mengingatkan penumpang mengenai penggunaan kursi pesawat, terutama setelah melihat popok bayi diganti di atas kursi.

“Coba tebak berapa popok yang diganti di kursi selama satu penerbangan saya kemarin? Empat,” kata Killoguh dalam video TikTok pada April.

“Coba tebak berapa yang berisi kotoran? Semuanya. Mereka menggantinya di kursi. Dan Anda ingin menggosokkan kulit Anda di sana?” ujarnya.

Dilansir melalui Independent, kebersihan pesawat dilakukan melalui beberapa tahap. John Alford, wakil presiden ABM Aviation, perusahaan yang menyediakan layanan pembersihan dan pemeliharaan maskapai, sebelumnya mengatakan kepada HowStuffWorks bahwa pesawat umumnya menjalani pembersihan singkat setelah setiap penerbangan.

Pembersihan cepat tersebut terutama mencakup area dapur pesawat, toilet, serta sampah di kabin dan area penumpang.

Pesawat yang menjalani penerbangan jarak jauh, umumnya selama 8 hingga 10 jam, dan kemudian berada di darat semalaman akan menjalani pembersihan malam.

“Pembersihan ini ditingkatkan dengan fokus yang lebih besar pada area penumpang di sekitar kursi, sambil tetap membersihkan area dapur dan toilet,” kata Alford.

Pesawat juga menjalani pembersihan mendalam secara berkala. Alford menggambarkannya sebagai pembersihan secara detail, seperti proses membersihkan mobil.

“Area kursi dan banyak permukaan lainnya dilepas untuk membuka bagian dalam kursi, kompartemen, kabinet, dan tempat penyimpanan,” ujarnya.

Namun, pembersihan mendalam tidak dilakukan dengan frekuensi yang sama pada setiap maskapai. Singapore Airlines mengklaim melakukan pembersihan mendalam setiap bulan. British Airways melakukannya sekitar setiap 500 jam penerbangan, menurut Simple Flying. Sementara American Airlines pada 2023 mengonfirmasi kepada One Mile at a Time bahwa pembersihan mendalam dilakukan setiap 45 hari.

Nelms juga meminta penumpang tidak memasuki toilet pesawat hanya dengan mengenakan kaus kaki. Menurut dia, lantai toilet pesawat tidak selalu hanya terkena air.

“Kaos kaki Anda seperti dua spons besar. Sayang, tidak ada bagian tubuh saya yang menyentuh toilet itu,” kata Nelms.

Nelms pun kembali menganjurkan penumpang mengenakan celana panjang, membersihkan sabuk pengaman, dan tetap menggunakan alas kaki ketika memakai toilet pesawat.