Generasi.co, Vladivostok – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak akan berpihak pada satu kelompok kekuatan untuk menghadapi kelompok lainnya. Indonesia memilih terbuka menjalin kerja sama dengan semua negara dengan memberikan perlakuan yang adil dan setara kepada setiap mitra.
“Namun, seperti yang saya katakan, karena kami sangat terbuka, semua orang tahu, semua pihak tahu bahwa kami tidak akan bekerja sama dengan satu kelompok untuk melawan kepentingan kelompok lain. Kami akan memperlakukan semua orang yang ingin datang ke Indonesia secara adil,” ujar Prabowo saat menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Federasi Rusia, Kamis, 3 September 2026.
Prabowo mengatakan sikap tersebut merupakan bagian dari kebijakan Indonesia yang telah dijalankan selama beberapa dekade. Indonesia, kata dia, ingin memiliki hubungan terbaik dengan seluruh negara dan kekuatan besar.
“Indonesia telah sangat terbuka selama beberapa dekade. Kami terbuka mengenai kebijakan-kebijakan kami. Kami selalu mengatakan bahwa kami ingin memiliki hubungan terbaik dengan semua negara, dengan semua kekuatan besar,” katanya.
Menurut Prabowo, Indonesia secara tradisi merupakan negara nonblok dan tidak tergabung dalam aliansi militer mana pun. Karena itu, Indonesia menghormati seluruh kekuatan.
Dalam hubungan ekonomi, Prabowo menegaskan Indonesia juga bersikap independen sekaligus terbuka untuk bekerja sama dengan seluruh mitra. Indonesia menawarkan perdagangan yang adil kepada negara-negara yang ingin menjalin kerja sama.
“Secara ekonomi, kami juga independen, dan kami ingin bekerja sama dengan semua sahabat kami. Kami ingin bekerja sama dengan semua negara,” ujar Prabowo.
Prabowo menegaskan Indonesia tidak bermaksud mengancam negara mana pun. Pemerintah akan memberikan perlakuan yang sama kepada pihak yang datang untuk menjalin kerja sama dan bernegosiasi dengan Indonesia.
“Jadi, itulah posisi kami,” kata Prabowo.
Presiden Rusia Vladimir Putin turut menyoroti posisi Indonesia dalam dinamika global. Ia menyebut Indonesia sebagai salah satu negara terbesar di dunia sekaligus negara dengan populasi Muslim terbesar.
“Saya ingin menarik perhatian pada fakta berikut, bahwa Indonesia bukan hanya negara terbesar dengan populasi Muslim terbesar, tetapi juga salah satu negara terbesar di dunia. Apa pun jenis kebijakan yang sedang dijalankan di bagian dunia mana pun, Anda harus memperhitungkan hal ini juga,” ungkap Putin.
Prabowo menghadiri EEF ke-11 sebagai tamu kehormatan utama atas undangan Putin. Forum tersebut mempertemukan para pemimpin negara, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dari berbagai kawasan.










