Generasi.co, JAKARTA – Produk pemanis pengganti gula Beeru Stevia menjadi sorotan di media sosial setelah dokter sekaligus influencer kecantikan Samira Farahnaz, yang dikenal sebagai Dokter Detektif (Doktif), mengungkap dugaan ketidaksesuaian kandungan produk dengan informasi pada label. Menanggapi polemik tersebut, Beeru Indonesia menghentikan sementara penjualan produknya hingga proses verifikasi selesai.
Doktif mengklaim hasil pengujian laboratorium independen menemukan pemanis buatan neotame dan sukralosa dalam produk tersebut, meski kedua bahan itu disebut tidak tercantum pada label komposisi. Ia juga mengeklaim kadar kedua pemanis tersebut melampaui batas yang ditentukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Dalam unggahan akun Instagram @dokterdetektifreal pada Rabu (28/10/2026), Doktif meminta BPOM memeriksa produk dan fasilitas produksinya.
“Di komposisinya, tidak tertulis neotame dan sucralosa,” ungkap Doktif.
Ia juga menyampaikan kekhawatiran terhadap konsumen yang menggunakan produk tersebut sebagai pengganti gula untuk mendukung program diet.
“Untuk BPOM, silakan lakukan pemeriksaan dan pengujian kepada pabrik Beeru Stevia. Kasihan masyarakat yang ingin diet,” ujarnya.
Namun, laporan laboratorium lengkap yang memuat identitas sampel, metode pengujian, dan kadar zat yang ditemukan belum tersedia dalam bahan informasi yang menjadi dasar pemberitaan ini. Hasil pemeriksaan resmi BPOM juga belum disampaikan, sehingga dugaan ketidaksesuaian komposisi dan kadar pemanis tersebut belum dapat dinyatakan terbukti.
Beeru Indonesia kemudian menyampaikan klarifikasi melalui akun media sosial resminya. Perusahaan menyatakan tengah menelusuri persoalan tersebut bersama mitra manufaktur yang menangani formulasi, pengadaan bahan baku, dan proses produksi.
Meski proses produksi melibatkan mitra manufaktur, perusahaan menegaskan tetap bertanggung jawab sebagai pemilik merek. Sebagai langkah sementara, Beeru menghentikan penjualan Beeru Stevia sampai proses verifikasi selesai.
“Meski begitu, sebagai pemilik brand, Beeru tetap bertanggung jawab. Langkah yang kami ambil saat ini adalah menghentikan sementara penjualan Beeru Stevia hingga proses verifikasi selesai,” demikian pernyataan manajemen Beeru Indonesia.
Perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf atas kekhawatiran dan ketidaknyamanan yang timbul di kalangan konsumen. Beeru menyatakan akan memberikan pembaruan setelah informasi mengenai produknya terkonfirmasi.
Selain dugaan kandungan pemanis buatan yang tidak tercantum pada label, informasi mengenai nilai energi dan karbohidrat produk turut menjadi perhatian. Foto kemasan yang beredar mencantumkan glikosida steviol dan air sebagai komposisi, sedangkan unggahan Doktif menyebut hasil pengujian menemukan sukralosa dan neotame.
Angka energi sebesar 188,84 kilokalori per 100 gram dan karbohidrat sebesar 47,21 persen juga disebut dalam informasi yang beredar. Namun, angka tersebut belum cukup untuk memastikan ketidaksesuaian klaim nol kalori tanpa penjelasan mengenai ukuran sajian, kategori produk, dan hasil pengujian yang dapat diverifikasi.
Polemik ini turut mendapat tanggapan dari advokat Ramadhani Syahputra. Melalui media sosial, ia menyampaikan somasi terbuka dan menyatakan akan mengumpulkan bukti transaksi pembelian Beeru Stevia untuk meminta pengembalian dana.
Ramadhani juga menyatakan akan menuntut penggantian kerugian materiil dan immateriil serta meminta perusahaan mengakui persoalan dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka apabila dugaan tersebut terbukti. Ia turut mempertimbangkan langkah hukum perdata maupun pidana jika tidak mendapat tanggapan.
Pernyataan Ramadhani tersebut masih berupa tuntutan dan rencana tindakan hukum. Belum terdapat informasi dalam bahan yang tersedia bahwa gugatan atau proses pidana telah resmi diajukan.
Hingga kini, hasil verifikasi bersama mitra manufaktur dan pemeriksaan otoritas terkait menjadi hal penting yang dinantikan untuk memastikan kesesuaian kandungan Beeru Stevia dengan label produk. Penghentian sementara penjualan yang diumumkan perusahaan belum dengan sendirinya membuktikan bahwa dugaan yang disampaikan Doktif benar.










