Mendikdasmen Tegaskan TKA Bukan Penentu Kelulusan Murid

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti / Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Generasi.co, TANGERANG SELATAN – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bukan penentu kelulusan murid, melainkan instrumen untuk memetakan kemampuan akademik dan mengevaluasi mutu pembelajaran. Hasil tes tersebut dapat digunakan untuk mengetahui aspek yang perlu diperbaiki sebelum murid menyelesaikan pendidikan di jenjang SMA.

“Dan ini bukan soal gagal atau berhasil. Karena TKA ini tujuannya adalah untuk memetakan mutu pendidikan,” ujar Abdul Mu’ti saat meninjau pelaksanaan TKA di SMA Negeri 3 Kota Tangerang Selatan, Banten, Senin (26/10).

Menurut Abdul Mu’ti, pelaksanaan TKA pada pertengahan tahun ajaran memberi kesempatan bagi murid untuk memperdalam materi yang belum dikuasai. Setelah hasil tes diketahui, murid masih memiliki waktu belajar satu semester untuk memperbaiki kekurangannya.

“Setelah kita tahu hasil tesnya seperti apa, kita perbaiki. Karena pelaksanaan pada pertengahan semester, setelah ini anak-anak masih akan belajar satu semester lagi. Masih memiliki waktu belajar untuk memperdalam mereka kurangnya di mana, kemudian yang perlu diperbaiki pada aspek mana saja,” katanya.

Abdul Mu’ti menjelaskan, soal TKA disusun dengan memperhatikan standar validitas dan reliabilitas. Pertanyaan dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir murid, termasuk melalui soal kontekstual yang menguji penalaran, bukan semata-mata hafalan atau perhitungan langsung.

Pelaksanaan TKA di SMA Negeri 3 Kota Tangerang Selatan diikuti 303 murid dalam satu gelombang yang dibagi menjadi tiga sesi. Pelaksana Tugas Kepala SMA Negeri 3 Kota Tangerang Selatan Rokhmat Hidayat mengatakan sekolah telah melakukan persiapan sejak tiga bulan sebelum ujian, mulai dari sosialisasi kepada orang tua, pendalaman materi bersama guru, hingga uji coba.

“Persiapan TKA sudah kami lakukan sejak tiga bulan sebelum pelaksanaan. Dukungan orang tua sangat penting untuk memberikan motivasi kepada anak-anak agar siap mengikuti TKA,” ujar Rokhmat.

Salah seorang murid, Abiyyu Desain Nagari, mengatakan soal TKA, khususnya mata pelajaran Bahasa Indonesia pada hari pertama, menuntut pemahaman teks dan ketelitian dalam menentukan jawaban.

“Alhamdulillah saya bisa menyesuaikan dengan baik. Soal-soal TKA pastinya membutuhkan pemikiran yang mendalam ya, karena selain kita perlu memahami teksnya, kita juga perlu teliti dalam mengerjakan soalnya supaya hasil yang kita dapat juga bisa sesuai dengan yang nanti diinginkan,” kata Abiyyu.

Ia menyarankan murid memperbanyak latihan soal dan melatih manajemen waktu untuk menghadapi ujian dengan durasi terbatas.

Abiyyu berharap hasil TKA dapat mendukung rencananya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri. Ia berencana menggunakan hasil tes tersebut sebagai bahan pendukung untuk memvalidasi nilai rapor apabila memenuhi kriteria mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).