Pimpinan MPR RI berkonsultasi dengan Presiden Prabowo di Istana bahas pidato kenegaraan 15 Agustus dan persiapan Hari Konstitusi 18 Agustus.
Generasi.co, Jakarta – Sejumlah pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI mengunjungi Istana Kepresidenan di Jakarta, Rabu (23/7/2025), untuk bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka konsultasi menjelang penyelenggaraan Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD RI yang akan digelar pada 15 Agustus 2025 di Senayan.
Pantauan di lokasi menunjukkan para pimpinan MPR yang hadir memasuki area Istana melalui pintu pilar. Mereka yang terlihat antara lain Ketua MPR Ahmad Muzani, Kahar Muzakir, Rusdi Kirana, Eddy Soeparno, Hidayat Nur Wahid (HNW), dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).
“Rapat konsultasi pimpinan MPR RI dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara. Kami memberikan undangan sekaligus melaporkan tentang persiapan pelaksanaan sidang tahunan MPR, PPHN, sekaligus persiapan hari konstitusi,” ujar Ahmad Muzani melalui unggahan di media sosial pribadinya, Rabu (23/7).
Hidayat Nur Wahid menjelaskan pertemuan ini bertujuan untuk mendiskusikan teknis pelaksanaan pidato kenegaraan Presiden dalam sidang tahunan serta membahas persiapan peringatan Hari Konstitusi yang akan dilangsungkan pada 18 Agustus di kompleks MPR.
“Agendanya konsultasi pimpinan MPR dengan Bapak Presiden terkait dengan penyelenggaraan pidato kenegaraan tanggal 15 Agustus dan persiapan peringatan Hari Konstitusi,” ujar HNW kepada wartawan.
Ia menambahkan sejumlah usulan akan disampaikan dalam pertemuan tersebut.
“Jadi kami mengusulkan ya agar, ya nanti akan kita bahas, tapi itu agendanya,” lanjutnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Ketua MPR Rusdi Kirana. Ia menyebut kedatangan pimpinan MPR bertujuan untuk memastikan kesiapan program dan pelaksanaan sidang tahunan yang akan menghadirkan Presiden Prabowo sebagai pembicara utama.
“Rencana laporan MPR yang sidang tahunan. Mau konsultasi dulu programnya baiknya gimana,” ungkap Rusdi.
Pertemuan ini menjadi bagian dari tradisi konsultasi lembaga tinggi negara dengan presiden dalam rangka menyukseskan pelaksanaan agenda-agenda kenegaraan penting menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
(BAS/Red)










