Presiden Prabowo Subianto memasang target ambisius dalam sektor pendidikan. Ia berjanji akan merenovasi total 300 ribu sekolah di seluruh Indonesia dalam kurun waktu empat tahun ke depan demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) tanah air.
Komitmen tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang, Jawa Timur, Selasa (13/01). Sebagai langkah awal yang konkret, pemerintah akan mengebut perbaikan puluhan ribu sekolah pada tahun ini.
“Tahun ini saja, saya akan renovasi 60 ribu sekolah dan seterusnya,” tegas Prabowo.
Prabowo menyadari Indonesia memiliki total sekitar 300 ribu unit sekolah. Ia ingin memastikan seluruh fasilitas tersebut mendapatkan sentuhan perbaikan agar layak dan aman bagi para siswa.
“Saya berharap dalam 4 tahun kita bisa selesaikan semua sekolah-sekolah di Indonesia dan kualitasnya akan kita tingkatkan di segala bidang,” ujarnya.
Pendidikan Kunci Hapus Kemiskinan
Bagi Kepala Negara, perbaikan infrastruktur pendidikan bukan sekadar proyek fisik semata. Ia menekankan bahwa sektor ini adalah instrumen paling vital dalam pembangunan nasional dan demokrasi.
“Pendidikan adalah instrumen pembangunan, pendidikan adalah instrumen kesejahteraan, pendidikan adalah instrumen demokrasi, pendidikan dan kesehatan adalah instrumen menghilangkan kemiskinan,” kata Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.
Satu Provinsi, Satu Sekolah Unggulan
Selain renovasi massal, Prabowo juga kembali menegaskan strategi pemerataan kualitas melalui pembangunan sekolah unggulan. Ia tidak ingin sekolah berkualitas tinggi hanya terpusat di Jawa.
Prabowo menargetkan setiap provinsi di Indonesia wajib memiliki setidaknya satu sekolah dengan standar tinggi seperti SMA Taruna Nusantara atau yang akan dinamai SMA Garuda.
“Nanti sasaran kita adalah di setiap provinsi harus ada satu SMA Taruna Nusantara atau SMA Garuda, satu sekolah unggulan,” pungkasnya.










