Taklimat Lengkap Istana: Prabowo Bicara Skenario Perang Dunia 3, Tantang Pemakzulan, hingga Ultimatum Cabut IUP Tambang

Presiden Prabowo Subianto/Presiden RI

Jakarta, Generasi.co — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan arahan tegas nan komprehensif dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Di hadapan jajaran menteri Kabinet Merah Putih, Eselon 1, hingga jajaran Direktur Utama BUMN, Kepala Negara membedah berbagai isu krusial—mulai dari posisi strategis RI di tengah krisis global, kebijakan energi, dinamika oposisi, hingga pemberantasan mafia tambang.

Berikut adalah rangkuman gebrakan dan poin strategis yang disampaikan Presiden Prabowo dalam taklimat tersebut:

1. Indonesia Papan Atas Negara Teraman jika Pecah Perang Dunia 3 Di tengah eskalasi konflik global, Prabowo meyakinkan bahwa Indonesia dipandang dunia sebagai salah satu zona paling aman. Ia mencontohkan gelombang eksodus warga negara asing yang mencari perlindungan di Bali.

“Kalau terjadi Perang Dunia 3, negara mana yang aman? Indonesia termasuk papan atas. Sekarang kau ke Bali lihat tuh berapa orang Rusia ke situ? Berapa orang Ukraina ke situ?” ujar Presiden menyoroti stabilitas keamanan nasional.

2. Posisi Tawar RI: Menguasai Urat Nadi Perdagangan Asia Timur Mengacu pada krisis di Selat Hormuz yang memicu gejolak harga minyak dunia, Prabowo mengingatkan para pejabat bahwa Indonesia sejatinya memegang kendali atas urat nadi logistik yang tak kalah vital.

“Sadarkah kita bahwa 70 persen kebutuhan energi Asia Timur dan perdagangan lewat laut Indonesia? Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Makassar itu laut Indonesia,” urainya menegaskan posisi strategis RI bagi Jepang, Korea Selatan, Taiwan, hingga China.

3. Subsidi BBM Hanya untuk Rakyat Kecil, Si Kaya Wajib Beli Harga Pasar Terkait ketahanan energi, pemerintah akan mengunci kuota subsidi bahan bakar minyak (BBM) secara ketat. Prabowo memastikan 80 persen rakyat kelompok bawah akan tetap dilindungi subsidi, sementara kelompok ekonomi atas tidak lagi diberi toleransi.

“Pada saatnya, orang-orang kuat, orang-orang kaya, kalau mau pakai bensin yang mahal, ya dia harus bayar harga pasar. Lo sudah kaya, minta subsidi lagi, ya enggak lah,” tegasnya.

4. Tepismiring Isu ‘Jalan-Jalan’, Lawatan Luar Negeri Murni Demi Minyak Prabowo juga menggunakan forum ini untuk membantah keras narasi yang menudingnya gemar pelesiran menggunakan fasilitas negara. Ia memastikan setiap lawatannya adalah manuver diplomasi tingkat tinggi. “Dibilang Prabowo jalan-jalan ke luar negeri. Saudara-saudara, untuk amankan minyak ya gue harus ke mana-mana.”

5. Santai Hadapi Oposisi dan Narasi Pemakzulan (Impeachment) Menyinggung konstelasi politik dalam negeri, Kepala Negara mengaku tidak memusingkan adanya kelompok yang enggan bekerja sama dengan pemerintahannya. Ia bahkan merespons santai isu pemakzulan, selama hal tersebut ditempuh melalui jalur konstitusi yang sah, bukan lewat anarki.

“Bisa juga melalui impeachment, juga tidak ada masalah. Tapi impeachment ya melalui saluran, ada salurannya, DPR, MPR, dilakukan tidak ada masalah,” kata Prabowo seraya menepis narasi ‘Indonesia Gelap’ yang beredar di media sosial.

6. Ultimatum 7 Hari untuk Menteri ESDM Cabut IUP Tambang Ilegal Sebagai penutup taklimat yang menohok, Prabowo mengeluarkan instruksi langsung kepada Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, untuk menyapu bersih Izin Usaha Pertambangan (IUP) bermasalah yang beroperasi di kawasan hutan lindung. Ia memberikan tenggat waktu sangat singkat, yakni satu pekan.

“Kita cabut semua IUP prinsip-prinsip yang enggak beres kita cabut. Harus di tangan negara dan kita bisa nanti memperkuat institusi-institusi kita,” pungkas Prabowo mengultimatum.