5 Fakta Kebakaran Gedung Bapenda DKI, Ada Pekerja Terjebak

5 Fakta Kebakaran Gedung Bapenda DKI, Ada Pekerja Terjebak/X

Generasi.co, Jakarta – Kebakaran melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026) malam. Api membakar bagian gedung dari lantai 11 hingga lantai 16 dan sempat kembali membesar setelah sebelumnya terlihat mereda.

Berikut fakta-fakta di balik kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta:

1. Api Diduga Berawal dari Lantai 11

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P Hutagalung mengatakan informasi awal yang diterima polisi menyebut api berasal dari lantai 11 gedung yang tengah menjalani renovasi.

“Tadi ada yang menyampaikan berawal dari lantai 11, di mana di lantai 11 itu sedang melakukan renovasi,” kata Reynold, Sabtu (8/8/2026).

Namun, polisi belum memastikan sumber maupun penyebab kebakaran. Puslabfor Bareskrim Polri akan dilibatkan untuk menentukan titik awal api dan penyebab kebakaran.

2. Api Membakar Lantai 11 hingga 16

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Bayu Meghantara mengatakan api membakar area gedung mulai lantai 11 hingga lantai 16.

Petugas sempat bertahan di lantai 10 untuk mencegah api merambat ke bagian bawah gedung. Setelah kondisi memungkinkan, petugas bergerak ke lantai atas untuk melakukan penyisiran.

“Alhamdulillah kami bertahan di lantai 10 untuk memastikan tak ada perambatan kembali, saat ini teman-teman (Damkar) masih menyisir sekarang, sudah berada di lantai 12,” ujar Bayu.

3. Dua Kali Ledakan Terdengar

Kebakaran juga diwarnai dua suara ledakan. Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 23.30 WIB, suara ledakan terdengar dua kali dalam rentang sekitar 15 menit.

Ledakan tersebut disusul runtuhnya sejumlah material gedung yang terbakar. Kertas dan material bangunan terlihat beterbangan serta berjatuhan dari bagian atas gedung.

Kondisi itu membuat pemadaman menjadi lebih berisiko. Seorang petugas yang menggunakan unit Bronto Skylift bahkan sempat hampir terkena puing terbakar yang jatuh dari bagian atas gedung.

Faris (27), pekerja SPBU yang berada di samping gedung, mengaku mendengar suara ledakan tersebut.

“Ini tadi SPBU buka, kita kan 24 jam. Kita lagi pada di dalam, terus ada suara ledakan besar. Kejadian kurang lebih jam 21.30 WIB lah,” kata Faris.

4. Seorang Pekerja Terjebak di Lantai 15

Petugas pemadam kebakaran mengevakuasi seorang pekerja yang sempat terjebak di lantai 15 saat kebakaran berlangsung.

Bayu mengatakan pekerja tersebut ditemukan dalam kondisi sedikit lemas dan diduga mengalami sesak napas akibat asap tebal. Setelah dievakuasi, korban mendapat bantuan pernapasan menggunakan tabung oksigen dan dibawa ke rumah sakit.

“Alhamdulillah tadi kami berhasil mengevakuasi satu orang pekerja sepertinya, itu dari lantai 15. Tadi saya cek juga di saturasinya sepertinya aman, mudah-mudahan tidak ada apa-apa,” ujar Bayu.

Polisi masih mendalami identitas dan aktivitas korban saat kebakaran terjadi. Polisi juga belum memastikan apakah korban merupakan pekerja renovasi di lantai 11.

5. Puluhan Armada dan Ratusan Personel Dikerahkan

Gulkarmat DKI Jakarta mengerahkan 37 unit armada dan 185 personel untuk menangani kebakaran. Tiga unit armada di antaranya merupakan Bronto Skylift untuk menjangkau titik api dari ketinggian.

Laporan kebakaran diterima melalui saluran Jakarta Siaga 112 sekitar pukul 21.30 WIB. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 21.40 WIB dan memulai operasi pemadaman sekitar pukul 21.41 WIB.

Proses pemadaman kemudian berlanjut hingga tahap pendinginan. Lokasi dinyatakan dalam kondisi terkendali sekitar pukul 01.53 WIB, Sabtu (8/8/2026).

“Kami terima berita pukul 21.30 WIB, kemudian 21.40 WIB sudah mulai bekerja. Jadi sampai sekarang jam pukul 01.53 WIB ya, alhamdulillah sudah mulai pendinginan,” kata Bayu.

6. Api Sempat Mereda lalu Membesar Lagi

Kobaran api sempat terlihat mereda sekitar pukul 22.30 WIB. Namun, beberapa menit kemudian api kembali membesar dan menjalar ke sejumlah bagian gedung.

Angin yang cukup kencang menjadi salah satu kendala pemadaman karena berpotensi memicu munculnya kembali api dan membuatnya menjalar ke titik lain.

“Cuaca Jakarta angin kali terasa kan gitu ya, agak sedikit cukup kencang, itu yang menjadi pemicu kembali untuk timbulnya kebakaran,” ujar Bayu.

Material yang terbakar juga membuat proses pemadaman berlangsung cukup lama. Petugas melanjutkan pendinginan dan penyisiran untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.

Hingga Sabtu dini hari, polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran. Puslabfor Bareskrim Polri akan memeriksa lokasi untuk menentukan sumber titik api dan penyebab kebakaran setelah proses pemadaman selesai.