Semester I-2026, BNI Tambah Dana Masyarakat Rp200 Triliun dan Percepat Ekspansi Kredit

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) meraih enam penghargaan dalam ajang Digital CX Awards 2026 yang diselenggarakan lembaga publikasi independen The Digital Banker/BNI

Generasi.co, Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) berhasil menghimpun tambahan dana masyarakat sekitar Rp200,32 triliun dalam setahun hingga akhir semester I-2026. Penguatan likuiditas tersebut menjadi motor ekspansi kredit yang tumbuh 24,4 persen secara tahunan dan menopang kenaikan laba bersih perseroan.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, dana pihak ketiga (DPK) BNI mencapai Rp1.100,19 triliun, meningkat 22,3 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan Rp899,86 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan penghimpunan dana tersebut dimanfaatkan perseroan untuk memperbesar penyaluran kredit. Hingga akhir Juni 2026, total kredit BNI tercatat Rp968,54 triliun atau naik 24,4 persen yoy dari Rp778,68 triliun pada semester I-2025.

Pertumbuhan DPK ditopang seluruh instrumen pendanaan. Saldo giro meningkat menjadi Rp428,64 triliun dari Rp381,64 triliun, tabungan naik menjadi Rp291,33 triliun dari Rp265,91 triliun, sedangkan deposito mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 50,7 persen yoy menjadi Rp380,22 triliun dari Rp252,31 triliun.

Di sisi lain, dana murah atau current account saving account (CASA) juga terus bertambah secara nominal menjadi Rp719,97 triliun, naik 11,2 persen dibandingkan Rp647,55 triliun pada Juni 2025.

Likuiditas yang semakin kuat tersebut diikuti ekspansi pembiayaan, terutama pada sektor produktif. Kredit investasi menjadi segmen dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 34,6 persen yoy, diikuti kredit modal kerja yang meningkat 29,8 persen yoy. Adapun kredit konsumer masih tumbuh positif sebesar 9,1 persen yoy.

Peningkatan penyaluran kredit ikut mendorong kinerja pendapatan inti perseroan. Pendapatan bunga naik 14,9 persen yoy menjadi Rp38,63 triliun, sedangkan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) meningkat 14,2 persen menjadi Rp22,29 triliun dari Rp19,52 triliun pada semester I-2025.

Pendapatan provisi dan komisi juga tumbuh 13,5 persen secara tahunan menjadi Rp5,50 triliun.

Kinerja tersebut berkontribusi terhadap pertumbuhan laba bersih BNI yang mencapai Rp10,81 triliun pada semester I-2026 atau meningkat sekitar 6,3 persen dibandingkan Rp10,17 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Laba operasional juga naik sekitar 6 persen menjadi Rp13,12 triliun.

Sejalan dengan ekspansi bisnis, total aset perseroan meningkat menjadi Rp1.461 triliun atau tumbuh sekitar 21,6 persen yoy dibandingkan posisi Juni 2025 sebesar Rp1.201,65 triliun.

Secara keseluruhan, pertumbuhan kinerja BNI pada semester I-2026 ditopang oleh kemampuan menghimpun dana masyarakat dalam jumlah besar yang kemudian dikonversi menjadi ekspansi kredit. Peningkatan DPK tersebut memberi ruang bagi perseroan untuk memperbesar penyaluran pembiayaan sekaligus menjaga pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan laba di tengah meningkatnya biaya dana.