Generasi.co, JAYAPURA – Sebanyak sembilan sekolah tingkat SMA/sederajat mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Papua sebagai upaya memperkuat wawasan kebangsaan dan karakter generasi muda.
Kegiatan yang digelar di LPTQ Provinsi Papua, Sabtu (11/7/2026), menjadi ajang seleksi untuk menentukan wakil Provinsi Papua pada tingkat nasional sekaligus memperkuat pemahaman pelajar terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Anggota Badan Sosialisasi MPR RI Arianto Kogoya mengatakan LCC Empat Pilar MPR RI tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga ruang pembelajaran untuk membentuk karakter, kemampuan berpikir kritis, kerja sama, serta pemahaman demokrasi bagi pelajar.
“LCC Empat Pilar MPR RI menjadi ruang pembelajaran kebangsaan yang menyenangkan, kompetitif, dan membangun karakter. Melalui kegiatan ini para peserta dilatih berpikir kritis, bekerja sama, menjunjung tinggi sportivitas, serta memahami nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan berbangsa,” ujar Arianto.
Menurut Arianto, penguatan nilai Empat Pilar MPR RI semakin penting bagi generasi muda yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi.
Ia menilai kondisi tersebut perlu diimbangi dengan pendidikan karakter agar pelajar tetap memiliki jati diri kebangsaan serta mampu menghadapi tantangan zaman.
“Nilai-nilai kebangsaan perlu terus kita tanamkan secara masif. Di tengah perkembangan teknologi dan media yang begitu cepat, kegiatan seperti ini menjadi sangat penting untuk memperkuat karakter generasi muda Papua,” tegasnya.
Arianto juga menyebut Papua memiliki peran strategis dalam perjalanan bangsa Indonesia. Menurutnya, generasi muda Papua diharapkan mampu menjadi pemimpin masa depan yang memiliki daya saing sekaligus semangat kebangsaan.
Ia mengajak para peserta menjaga semangat “Torang Bisa” sebagai bentuk optimisme masyarakat Papua untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
“Semangat Torang Bisa mengandung keyakinan bahwa masyarakat Papua mampu berkarya, mampu berprestasi, dan mampu mengambil peran penting dalam membangun bangsa. Melalui pendidikan, kerja keras, dan penguatan karakter kebangsaan, anak-anak muda Papua hari ini akan menjadi pemimpin masa depan yang membawa Papua semakin maju,” kata Arianto.
Sembilan sekolah yang mengikuti tingkat Provinsi Papua yakni SMAN 2 Jayapura, SMAN 4 Jayapura, SMAN 5 Jayapura, SMAN 1 Arso, SMAN Khusus Sains dan Bahasa, SMAN Al Fatah YPKP Sentani, SMA YPPK Taruna Bakti Jayapura, SMA YPPK Taruna Dharma, dan SMA Kristen Kalam Kudus Jayapura.
Kepala Bidang Mutu dan Layanan Pendidikan selaku Plh. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Dr. Elia Waromi, S.Pd., M.Pd., mengatakan nilai Empat Pilar MPR RI harus dipahami sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara, bukan sekadar materi perlombaan.
“Empat Pilar MPR RI bukan sekadar materi untuk dipelajari atau dilombakan, tetapi harus menjadi pedoman hidup berbangsa dan bernegara yang dipahami serta dihayati oleh seluruh generasi muda Papua,” ujar Elia.
Menurut Elia, keberagaman suku, bahasa, dan budaya di Papua menjadi modal penting dalam membangun daerah yang aman, maju, dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan generasi Papua yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kecintaan terhadap tanah air, dan kemampuan menjadi agen pemersatu bangsa.
Pembukaan LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Papua ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional Papua, tifa, sebagai simbol dimulainya rangkaian perlombaan.
Kegiatan tersebut dihadiri Deputi Bidang Administrasi Setjen MPR RI Heri Herawan, S.H., Inspektur Inspektorat Setjen MPR RI Anies Mayangsari Muninggar, S.IP., M.E., serta jajaran Setjen MPR RI.
Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura Amelia Ondikeleuw, S.Pd., Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd., serta pejabat Dinas Pendidikan Provinsi Papua.
Ajang tersebut juga menghadirkan tiga dewan juri daerah, yaitu Dosen Ilmu Hukum Universitas Sepuluh Nopember (USN) Papua Yonasius Nggau, S.H., M.H., Dekan Fakultas Hukum Universitas Yapis Papua (UNIYAP) Dr. Najamuddin Gani, S.H., M.H., dan Dosen Hukum serta Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Universitas Cenderawasih (UNCEN) Dr. Petrus Irianto, S.H., M.Pd., M.H.










