Ibas Tinjau Bantuan Listrik di Pelosok Trenggalek: Masyarakat di Ujung Desa Pun Berhak Hidup Terang dan Layak

Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), meninjau langsung kondisi rumah warga penerima Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di pelosok Desa Salamwates, Trenggalek/MPR RI

Trenggalek, Generasi.co — Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), rela meninggalkan mobil dinas kepresidenan dan beralih menggunakan sepeda motor milik warga demi menembus akses jalan sempit, berbatu, dan curam di Desa Salamwates, Kabupaten Trenggalek.

Perjalanan menantang ini merupakan bagian dari agenda reses Ibas di Daerah Pemilihan (Dapil) VII Jawa Timur guna meninjau langsung penyaluran Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) ke rumah-rumah warga di kawasan terpencil.

Listrik Sebagai Hak Dasar Warga Negara

Tiba di lokasi, Ibas yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Demokrat tersebut langsung mengunjungi rumah Pak Sukarni, salah satu penerima manfaat. Di rumah sederhana itu, Ibas meninjau instalasi baru berupa tiga titik lampu dan satu stop kontak berdaya 900 watt yang kini telah menyala.

Di hadapan warga, Ibas menegaskan bahwa akses penerangan bukanlah sekadar fasilitas pelengkap, melainkan hak dasar setiap warga negara yang wajib dipenuhi oleh negara, terlepas dari seberapa jauh lokasi tempat tinggal mereka.

“Kita ingin meskipun berada di daerah terpencil, masyarakat tetap bisa menikmati akses listrik secara menyeluruh. Ini adalah hak warga negara. Negara harus hadir dan kami bersama PLN berkomitmen untuk terus memperjuangkannya,” tegas Ibas.

Ibas juga memberikan apresiasi kepada PLN sebagai BUMN yang bertugas mengaliri listrik hingga ke pelosok, menyebutnya sebagai wujud keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Di Desa Salamwates sendiri, terdapat tujuh rumah yang menerima bantuan serupa.

Soroti Kebutuhan Bedah Rumah (BSPS)

Selain memastikan akses listrik, perhatian Ibas terpecah saat menyaksikan langsung kondisi sejumlah hunian warga yang memprihatinkan dan belum layak huni.

Merespons temuan di lapangan tersebut, Ibas mendesak perangkat desa untuk aktif memperbarui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar masyarakat miskin bisa mendapatkan bantuan sosial yang tepat sasaran, termasuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah.

Beberapa poin komitmen Ibas terkait infrastruktur dan kesejahteraan warga pelosok meliputi:

  • Pengawalan Akses Jalan: Mendorong perbaikan infrastruktur jalan desa yang rusak dan sulit dilalui kendaraan roda empat.
  • Bantuan Renovasi Rumah: Berkomitmen mengawal program bedah rumah bagi hunian tak layak. Sebagai catatan, pada tahun sebelumnya Ibas mengklaim telah mengawal bantuan renovasi untuk sekitar 200 rumah di wilayah Trenggalek.
  • Integrasi Bansos: Memastikan penerima bantuan listrik yang terdaftar di DTKS juga berpeluang mendapatkan jaring pengaman sosial lainnya dari pemerintah.

“Satu per satu harus kita kawal bersama. Saya sedih kalau masih ada masyarakat yang hidupnya belum layak. Kalau ada masyarakat di sini yang rumahnya memang belum layak, insyaallah kita coba bantu renovasinya,” pungkas Ibas.