Generasi.co, Banyumas – Tim dokter forensik tidak menemukan tanda kekerasan pada jenazah Sutrimo dalam pemeriksaan luar dan dalam secara visual saat ekshumasi di Banyumas, Rabu (12/8/2026). Namun, penyebab kematian belum dapat disimpulkan karena tim masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Ketua Tim Dokter Forensik Prof. dr. Ahmad Yudianto mengatakan pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sampel dari bagian luar tubuh hingga organ dalam. Sampel antara lain berasal dari kepala, badan, kulit yang dicurigai mengalami kelainan, swab, serta isi lambung dan jantung.
“Dari hasil pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam secara visual, kami tidak mendapatkan tanda-tanda luka yang diakibatkan oleh kekerasan tumpul maupun kekerasan tajam,” kata Yudi dalam jumpa pers di Mapolres Banyumas, Rabu (12/8).
Tim forensik masih melakukan sejumlah pemeriksaan lanjutan untuk mencari penyebab kematian Sutrimo. Pemeriksaan tersebut meliputi histopatologi, toksikologi, dan DNA.
Pemeriksaan histopatologi akan dilakukan dokter spesialis patologi anatomi, sedangkan pemeriksaan toksikologi dilakukan Puslabfor untuk mengetahui kemungkinan adanya racun. Pemeriksaan DNA juga dilakukan untuk mendapatkan gambaran lebih lengkap terkait penyebab kematian.
“Sampai saat ini proses finalisasi masih tetap berlangsung, menunggu hasil dari pemeriksaan laboratorium tersebut, yaitu pemeriksaan histopatologi, pemeriksaan toksikologi, dan pemeriksaan DNA,” ujar Yudi.
Hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan membutuhkan waktu dua hingga tiga minggu. Lamanya proses pemeriksaan berkaitan dengan kondisi jenazah yang telah mengalami pembusukan setelah dimakamkan sejak 23 Juli lalu.
Yudi mengatakan jenazah Sutrimo telah memasuki tahap pembusukan lanjut. Kondisi tersebut membuat pemeriksaan secara visual menjadi terbatas sehingga diperlukan pemeriksaan laboratorium secara lebih detail.
“Di ilmu kedokteran forensik ini sudah masuk pada proses pembusukan lanjut, sehingga secara visual itu hampir semua sama warnanya. Sehingga ini perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium secara detail,” ungkapnya.
Ekshumasi jenazah Sutrimo dilakukan oleh tim yang melibatkan Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Tengah.
Karodokpol Polri sekaligus Ketua Perhimpunan Dokter Forensik-Medikolegal Indonesia Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanti menyampaikan duka cita kepada keluarga Sutrimo. Ia berharap pemeriksaan tersebut dapat membantu mengungkap penyebab kematian.
“Dan semoga kasusnya bisa menjadi jelas,” kata Hastry.










