Menyambut Tahun Baru 2026, Ini Doa Akhir dan Awal Tahun untuk Muhasabah dan Harapan Baru

Anak Berdoa/Unsplash

Tak terasa, penghujung tahun 2025 segera berlalu dan umat manusia bersiap menyambut datangnya Tahun Baru 2026. Bagi umat Islam, momen pergantian tahun kerap dimaknai bukan sekadar perayaan, melainkan waktu yang tepat untuk bermuhasabah—mengevaluasi perjalanan hidup setahun ke belakang—sekaligus menata harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Salah satu amalan yang dianjurkan banyak ulama adalah membaca doa akhir tahun dan doa awal tahun. Doa-doa ini dipanjatkan sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT atas segala khilaf dan dosa yang telah lalu, sekaligus harapan agar tahun yang akan datang dipenuhi keberkahan, perlindungan, serta kebaikan lahir dan batin.

Meski dalam Islam penanggalan resmi menggunakan kalender Hijriah, tidak ada larangan bagi umat Islam untuk mengisi pergantian Tahun Baru Masehi 2026 dengan doa dan ibadah. Membaca doa akhir dan awal tahun dipahami sebagai bagian dari kesunahan berdoa secara umum, yang dapat dilakukan kapan pun.

Waktu Membaca Doa Akhir dan Awal Tahun

Doa akhir tahun dianjurkan dibaca pada Rabu, 31 Desember 2025, mulai setelah salat Ashar hingga sebelum masuk waktu Magrib. Doa ini dibaca sebanyak tiga kali. Setelah itu, doa awal tahun dibaca selepas salat Magrib sebagai penanda dimulainya tahun baru, juga sebanyak tiga kali.

Dilansir dari NU Online, berikut bacaan doa akhir tahun dan doa awal tahun yang banyak diamalkan umat Islam.

Bacaan Doa Akhir Tahun

Allaahumma maa ‘amiltu min ‘amalin fii haadzihis sanati maa nahaitanii ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fiihaa ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alaa ‘uuquubatii, wa da‘autanii ilat taubati min ba‘di jaraa’atii ‘alaa ma‘shiyatik. Fa innii astaghfiruka, faghfirlii wa maa ‘amiltu fiihaa mimmaa tardhaa, wa wa‘attanii ‘alaihits tsawaaba, fa’as’aluka an tataqabbala minnii wa laa taqtha‘ rajaa’ii minka yaa kariim.

Artinya:
“Tuhanku, aku memohon ampun atas perbuatanku di tahun ini yang Engkau larang sementara aku belum sempat bertobat, perbuatan yang Engkau maklumi karena kemurahan-Mu padahal Engkau mampu menyiksaku, dan dosa yang Engkau perintahkan untuk ditaubati namun tetap kulanggar. Aku memohon ampun kepada-Mu, maka ampunilah aku. Terimalah amal yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan pahala atasnya. Janganlah Engkau memutus harapanku kepada-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”

Bacaan Doa Awal Tahun

Allaahumma antal abadiyyul qadiimul awwal. Wa ‘alaa fadhlikal ‘azhiimi wa kariimi jûdikal mu‘awwal. Haadzaa ‘aamun jadiidun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fiihi minas syaithaani wa auliyaa’ih, wal ‘auna ‘alaa haadzihin nafsil ammaarati bis suuI, wal isytighaala bimaa yuqarribunii ilaika zulfaa, yaa dzal jalaali wal ikraam.

Artinya:
“Tuhanku, Engkaulah Yang Maha Abadi, Maha Awal dan Maha Kekal. Dengan karunia-Mu yang agung dan kemurahan-Mu yang mulia, aku bersandar. Tahun baru ini telah datang. Aku memohon perlindungan-Mu dari godaan setan dan para pengikutnya, serta pertolongan-Mu untuk mengendalikan nafsu yang mendorong kepada keburukan. Bimbinglah aku agar seluruh aktivitasku mendekatkanku kepada-Mu, wahai Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”

Sebagai catatan, doa akhir dan awal tahun ini tidak diyakini secara khusus sebagai amalan sunnah pada pergantian Tahun Baru Masehi. Namun, membacanya diniatkan sebagai bagian dari kesunahan berdoa dan introspeksi diri, yang dapat dilakukan kapan saja. Wallahu a’lam.