Prabowo di WEF: Program Makan Bergizi Gratis Ciptakan 600 Ribu Lapangan Kerja

Presiden RI Prabowo Subianto memamerkan kesuksesan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di hadapan forum global. Ia mengklaim program ini tidak hanya menyehatkan anak bangsa, tetapi juga menjadi stimulus kuat bagi perekonomian nasional.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya di Pertemuan Tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/01).

“Selain memperkuat anak-anak kami, makanan (bergizi) gratis kami juga memperkuat ekonomi kami,” ujar Prabowo.

Serap 600 Ribu Tenaga Kerja

Prabowo merinci dampak ekonomi nyata dari program andalannya tersebut. Saat ini, sebanyak 61 ribu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta korporasi telah masuk dalam ekosistem rantai pasok MBG.

Tak hanya itu, program ini diklaim menjadi mesin pencetak lapangan kerja baru.

“Kami menciptakan lebih dari 600 ribu lapangan kerja hanya di dapur-dapur kami,” ungkapnya.

Ke depan, Prabowo optimistis angka ini akan terus bertambah seiring perluasan cakupan penerima manfaat.

“Pada puncaknya, kami optimistis akan mencapai 1,5 juta lapangan kerja langsung dengan para vendor dan pemasok. Akan ada lebih dari 1 juta mata pencaharian yang dirangkul dan ditingkatkan,” jelasnya.

Target 82,9 Juta Porsi Sehari

Dalam pidatonya, Prabowo menjelaskan evolusi program MBG yang dimulai sejak 6 Januari 2025. Awalnya, program ini hanya didukung 190 dapur dengan kapasitas 570 ribu porsi per hari.

Namun, per Rabu (21/01/2026), kapasitas produksi melonjak drastis mencapai 59,8 juta porsi per hari. Penerimanya meliputi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga lansia yang tinggal sendirian dengan sistem pesan antar ke rumah.

Untuk tahun 2026 ini, Prabowo menetapkan target ambisius.

“Tahun ini kami bertujuan untuk melayani 82,9 juta makanan per hari,” tegasnya.

Prabowo meyakini kebijakan sosial yang meningkatkan produktivitas ini akan menjadi kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia yang impresif di masa depan.