Prabowo: Pemerintah Fokus Amankan Pangan dan Energi Nasional

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutannya saat melepas Kontingen Indonesia yang akan berlaga pada Asian Games XX Aichi-Nagoya 2026 di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 9 September 2026. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

Generasi.co, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah memprioritaskan penyelesaian persoalan mendasar yang menjadi fondasi kekuatan dan kemandirian Indonesia, terutama ketahanan pangan, energi, kemiskinan, dan penciptaan lapangan kerja.

Dalam program “Presiden Prabowo Menjawab” yang dirilis Badan Komunikasi Pemerintah di Jakarta, Rabu, Prabowo mengatakan pemerintah harus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, terutama pangan dan energi.

“Yang paling mendasar adalah bagi saya, saya harus amankan pangan. Habis itu kita harus amankan BBM,” kata Prabowo.

Untuk memenuhi kebutuhan energi nasional, pemerintah mengembangkan bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit, termasuk biodiesel 50 persen (B50), serta energi surya dalam skala besar.

Prabowo juga menyoroti persoalan kelaparan anak, stunting, kemiskinan absolut, dan kemiskinan ekstrem yang dinilai perlu segera ditangani.

“Bagi saya yang kita harus segera atasi adalah kelaparan anak-anak, stunting dan kemiskinan absolut, kemiskinan ekstrem,” katanya.

Pemerintah, kata Prabowo, menjalankan agenda tersebut bersamaan dengan efisiensi anggaran dan upaya menyelamatkan uang negara dari berbagai kebocoran. Sumber daya yang tersedia kemudian diarahkan untuk investasi pada sektor produktif yang dapat menghasilkan devisa dan menciptakan lapangan kerja.

Di sektor ekonomi, pemerintah mendorong hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri. Sejumlah proyek hilirisasi telah dimulai untuk memperkuat industri nasional sekaligus membuka kesempatan kerja.

Penguatan ekonomi masyarakat juga dilakukan melalui pengembangan Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat rantai pasok hingga tingkat desa, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mengurangi biaya logistik.

Prabowo mengatakan integrasi desa nelayan dengan Koperasi Desa Merah Putih dapat memberikan kepastian pasar bagi hasil tangkapan nelayan sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan protein masyarakat.

“Jadi mereka tidak akan khawatir offtaker-nya ke mana. Ini perhitungannya sangat jelas, kehidupan mereka tambah baik,” kata Prabowo.

Di sektor pendidikan, pemerintah melakukan sejumlah intervensi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, antara lain melalui digitalisasi pembelajaran, renovasi sekolah, dan peningkatan kompetensi guru.

Prabowo menegaskan seluruh langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat fondasi Indonesia untuk menghadapi tantangan ke depan.

“Kita ingin semua lebih cepat, tapi insya Allah kita akan berhasil capai sasaran kita,” katanya.