Apa Itu Black Friday?

Foto: Black Friday (iStock)
Foto: Black Friday (iStock)

Black Friday adalah hari belanja terbesar setelah Thanksgiving yang menawarkan diskon besar-besaran dan menjadi fenomena global di dunia perdagangan.

Generasi.co, Jakarta – Black Friday merupakan salah satu fenomena belanja terbesar di dunia yang dinanti-nantikan oleh konsumen dan pelaku bisnis setiap tahun.

Acara ini terkenal dengan diskon besar-besaran yang mampu menarik jutaan pembeli dari seluruh dunia.

Namun, tahukah Anda bahwa Black Friday memiliki sejarah panjang yang cukup menarik?

Dari awal mula istilah ini hingga menjadi fenomena global, Black Friday kini telah mengubah cara kita berbelanja.

Berikut penjelasan lengkap mengenai Black Friday dirangkum generasi.co, Jumat (22/11/2024).

Sejarah

Istilah “Black Friday” pertama kali digunakan pada abad ke-19. Namun, maknanya bukan merujuk pada belanja.

Pada awalnya, istilah ini digunakan untuk menggambarkan krisis keuangan yang terjadi pada 24 September 1869, ketika dua spekulan di Amerika Serikat mencoba memanipulasi pasar emas, menyebabkan kekacauan ekonomi.

Makna “Black Friday” yang kita kenal sekarang baru muncul di tahun 1950-an di Philadelphia, Amerika Serikat.

Saat itu, polisi kota menghadapi kerumunan besar yang datang untuk berbelanja sehari setelah Thanksgiving.

Situasi ini menciptakan kemacetan lalu lintas, kepadatan orang di jalanan, dan tekanan kerja ekstra bagi aparat.

Mereka menyebut hari itu sebagai “Black Friday.”

Pada 1960-an, para retailer mulai menggunakan istilah ini untuk menggambarkan momen ketika bisnis mereka mulai mencatat keuntungan besar (dari zona merah ke zona hitam dalam pembukuan keuangan).

Sejak saat itu, Black Friday identik dengan diskon besar-besaran.

Evolusi dari Masa ke Masa

Awalnya, Black Friday hanya populer di Amerika Serikat. Namun, dengan kemajuan teknologi dan internet, tradisi ini menyebar ke berbagai belahan dunia.

Kehadiran e-commerce seperti Amazon dan eBay membawa Black Friday ke pasar global.

Kini, belanja online pada Black Friday bahkan lebih populer dibandingkan belanja di toko fisik.

Tidak hanya itu, negara-negara seperti Inggris, Kanada, Australia, hingga Indonesia mulai mengadopsi tradisi ini, meskipun dengan karakteristik dan skala yang berbeda.

Di Indonesia, misalnya, Black Friday sering dimanfaatkan oleh platform e-commerce besar seperti Tokopedia, Shopee, dan Lazada untuk menawarkan diskon menarik.

Ciri Khas dan Tradisi

Black Friday dikenal karena diskon besar-besaran yang bisa mencapai 70-90% di berbagai kategori produk, mulai dari elektronik, pakaian, hingga perlengkapan rumah tangga.

Diskon besar ini memicu antusiasme pembeli hingga rela mengantre semalaman di depan toko.

Namun, ada juga sisi modern dari tradisi ini. Belanja online kini menjadi alternatif utama karena lebih praktis dan nyaman.

Konsumen dapat memanfaatkan flash sale dan promo eksklusif di aplikasi atau situs web e-commerce tanpa harus berdesak-desakan di toko fisik.

Strategi Bisnis

Bagi pelaku bisnis, Black Friday adalah momen penting untuk meningkatkan penjualan.

Para retailer sering memanfaatkan strategi pemasaran digital, seperti penggunaan email blast, iklan media sosial, hingga kampanye influencer untuk menarik perhatian konsumen.

Salah satu strategi populer adalah menawarkan doorbuster deals, yaitu diskon besar untuk jumlah produk yang terbatas, sehingga menciptakan rasa urgensi di kalangan konsumen.

Selain itu, metode seperti program loyalitas dan cashback juga banyak digunakan untuk menarik pembeli.

Dampak Positif

Fenomena Black Friday tidak hanya menguntungkan konsumen, tetapi juga memberikan dampak besar bagi bisnis.

Salah satu keuntungan utama adalah peningkatan penjualan yang signifikan.

Banyak toko yang mencatatkan omzet tertinggi dalam satu tahun pada hari ini.

Bahkan, bagi bisnis kecil, Black Friday menjadi peluang untuk bersaing dengan pemain besar dengan menawarkan promosi menarik.

Di sisi konsumen, Black Friday adalah kesempatan emas untuk mendapatkan barang impian dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

Apalagi, di tengah inflasi atau kondisi ekonomi yang sulit, diskon besar-besaran ini menjadi penyelamat bagi banyak orang untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan mereka.

Selain itu, Black Friday juga membantu membersihkan stok lama bagi retailer.

Ini memungkinkan mereka untuk mempersiapkan ruang untuk produk baru, terutama menjelang musim belanja liburan seperti Natal dan Tahun Baru.

Dampak Negatif

Namun, di balik manfaatnya, Black Friday juga membawa sejumlah dampak negatif.

Salah satu yang paling menonjol adalah konsumerisme berlebihan.

Banyak konsumen membeli barang yang sebenarnya tidak mereka butuhkan hanya karena tergiur diskon.

Hal ini dapat menyebabkan pemborosan dan masalah keuangan, terutama jika konsumen menggunakan kartu kredit tanpa perencanaan matang.

Di toko fisik, Black Friday sering diwarnai dengan kekacauan.

Ada laporan tentang perkelahian, penyerbuan, bahkan cedera akibat kerumunan pembeli yang berebut barang.

Di sisi lain, untuk bisnis, meskipun penjualan meningkat, margin keuntungan bisa sangat tipis karena diskon besar-besaran.

Selain itu, ada juga tantangan terkait belanja online.

Penipuan cyber dan situs palsu sering muncul selama periode ini.

Konsumen perlu berhati-hati agar tidak menjadi korban scam yang dapat merugikan mereka secara finansial.

Perbedaan Black Friday di Berbagai Negara

Black Friday memiliki bentuk yang berbeda di setiap negara. Di Amerika Serikat, Black Friday adalah acara besar yang sering disertai pembukaan toko lebih awal, bahkan pada tengah malam.

Namun, di negara seperti Inggris, Black Friday lebih banyak berfokus pada belanja online daripada di toko fisik.

Sementara itu, di Indonesia, Black Friday masih tergolong baru.

Fenomena ini lebih dikenal melalui platform e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak.

Diskon besar-besaran sering disertai dengan promo tambahan seperti gratis ongkir atau cashback, yang menarik perhatian konsumen lokal.

Meskipun demikian, karena budaya belanja Indonesia lebih banyak dilakukan secara daring, antusiasme masyarakat pada Black Friday berbeda dari negara-negara Barat yang masih mengandalkan toko fisik.

Fenomena Cyber Monday

Tidak cukup dengan Black Friday, dunia belanja juga memiliki Cyber Monday, yang jatuh pada hari Senin setelah Black Friday.

Fenomena ini diciptakan untuk mendorong penjualan online.

Cyber Monday menawarkan diskon besar pada produk-produk teknologi seperti gadget, laptop, dan perangkat elektronik lainnya.

Cyber Monday memungkinkan konsumen yang tidak sempat memanfaatkan diskon Black Friday untuk tetap mendapatkan penawaran menarik.

Di Indonesia, fenomena ini juga mulai dikenal, terutama di kalangan milenial yang lebih suka belanja online dibandingkan ke toko fisik.

Prediksi Masa Depan Black Friday

Black Friday diperkirakan akan terus berkembang seiring perubahan perilaku konsumen dan kemajuan teknologi.

Dengan semakin populernya belanja daring, toko fisik mungkin akan kehilangan dominasinya.

Sebaliknya, e-commerce dan belanja melalui aplikasi mobile akan menjadi fokus utama.

Teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan analitik data juga memungkinkan retailer untuk menawarkan promosi yang lebih personal dan relevan.

Bahkan, dengan munculnya konsep metaverse, Black Friday masa depan mungkin akan hadir dalam bentuk pengalaman belanja virtual yang sepenuhnya baru.

Tips Konsumen untuk Belanja saat Black Friday

Belanja saat Black Friday bisa menjadi pengalaman menyenangkan jika dilakukan dengan bijak.

Berikut beberapa tips untuk membantu Anda mendapatkan penawaran terbaik:

  1. Buat Daftar Belanja: Sebelum hari besar tiba, buat daftar barang yang benar-benar Anda butuhkan agar tidak tergoda membeli barang yang tidak penting.
  2. Riset Harga: Periksa harga produk jauh-jauh hari untuk memastikan diskon yang ditawarkan benar-benar menguntungkan.
  3. Pilih Platform Terpercaya: Jika berbelanja online, pastikan Anda hanya menggunakan situs atau aplikasi yang terpercaya untuk menghindari risiko penipuan.
  4. Gunakan Kartu Kredit dengan Bijak: Jika menggunakan kartu kredit, pastikan Anda memiliki rencana untuk melunasi tagihan agar tidak terjebak utang.
  5. Manfaatkan Promo Tambahan: Cari tahu apakah ada program cashback, gratis ongkir, atau diskon tambahan yang bisa meningkatkan keuntungan belanja Anda.

(BAS/Red)