Kecam Serangan Israel ke Lebanon dan Palestina yang Bisa Gagalkan Gencatan Senjata, HNW: Dunia Internasional Harusnya Bersatu Mengucilkan Israel

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mendorong pelaksanaan haji 2026 tetap berlangsung aman dan menjadi momentum diplomasi perdamaian di Timur Tengah/MPR RI

Jakarta, Generasi.co — Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Hidayat Nur Wahid (HNW), mengecam keras manuver brutal Israel yang terus membombardir Lebanon dan Palestina. Serangan berdarah ini dilancarkan tepat saat Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata, memicu ancaman serius terhadap stabilitas keamanan kawasan dan agenda pemulihan ekonomi global.

Merespons provokasi tersebut, HNW menyerukan langkah radikal kepada komunitas internasional: kucilkan secara total dan usir Israel dari keanggotaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Serangan Israel yang makin masif dan menewaskan lebih dari 300 warga sipil di Lebanon itu justru dilakukan pada masa gencatan senjata antara Iran dan AS baru saja disepakati atas prakarsa Pakistan,” tegas HNW melalui keterangan resminya di Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Genosida di Tengah Momentum Perdamaian

Selain memborbardir Lebanon, militer Israel terbukti masih melanjutkan operasi genosida terhadap warga sipil Palestina di Jalur Gaza maupun Tepi Barat (West Bank). Alih-alih menghormati momentum perdamaian AS-Iran yang diharapkan meredakan ketegangan ekonomi dunia, rentetan tembakan Israel justru menyasar kamp pengungsian dan kembali menewaskan jurnalis Al Jazeera.

Menyikapi arogansi tersebut, HNW memberikan dukungan penuh kepada Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, yang secara terbuka menyatakan bahwa tindakan rezim Benjamin Netanyahu sudah tidak bisa ditoleransi. Sanchez mendesak Uni Eropa untuk menangguhkan segala bentuk perjanjian asosiasi dengan Israel.

“Memang, sudah sepantasnya, tidak ada lagi impunitas bagi tindakan kriminal melanggar hukum internasional secara berkelanjutan sebagaimana didemonstrasikan Israel ini,” urai HNW menyetujui langkah boikot Eropa.

Ultimatum Cabut Normalisasi untuk Negara Arab

Lebih jauh, Pimpinan MPR RI ini melontarkan peringatan keras kepada negara-negara Arab dan kawasan Teluk yang selama ini terbuai ‘janji manis’ Israel melalui normalisasi hubungan diplomatik. HNW mendesak negara-negara Islam tersebut mengevaluasi kebijakan mereka dan meniru ketegasan Afrika Selatan serta sejumlah negara Amerika Latin yang telah memutus total hubungan dengan Tel Aviv.

Israel dinilai sebagai sumber utama instabilitas kawasan yang mencoba merusak upaya gencatan senjata permanen dengan memprovokasi perluasan konflik.

“Israel dengan segala pelanggaran hukum internasionalnya merupakan sumber masalah dari stabilitas kawasan yang sangat berpengaruh pada stabilitas perekonomian dunia. Sudah sepantasnya tidak ada ‘normalisasi’ terhadap perilaku yang abnormal itu,” tukasnya tajam.

HNW meyakini, jika desakan boikot dari Uni Eropa dan pemutusan hubungan diplomatik dari negara-negara Arab-Islam dilakukan secara serentak, Israel akan terkucilkan secara absolut, memaksa tegaknya hukum internasional yang selama ini diinjak-injak.