Anwar Abbas Dukung Prabowo Tekan Himbara Perluas Pembiayaan UMKM demi Perbesar Kelas Menengah

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Anwar Abbas/Muhammadiyah

Pengamat sosial ekonomi dan keagamaan Anwar Abbas menilai dorongan Presiden Prabowo Subianto agar bank-bank milik negara lebih berpihak kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan langkah penting untuk mengurangi ketimpangan ekonomi sekaligus memperbesar kelas menengah di Indonesia.

Menurut Anwar, komposisi penyaluran kredit bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) masih belum mencerminkan struktur pelaku usaha nasional yang didominasi UMKM.

Ia memaparkan, pelaku usaha di Indonesia terdiri atas usaha besar sekitar 0,01 persen, usaha menengah 0,09 persen, usaha kecil 1,22 persen, serta usaha mikro dan ultra mikro mencapai 98,68 persen. Secara umum, kelompok tersebut kerap disederhanakan menjadi usaha besar sebesar 0,01 persen dan UMKM sebesar 99,99 persen.

Namun, jika melihat penyaluran kredit perbankan, porsi pembiayaan kepada UMKM dinilai masih relatif kecil. Kredit UMKM di BRI mencapai 81,97 persen, sementara di Bank Mandiri dan BNI masing-masing sekitar 20-22 persen. Adapun BTN berada di kisaran 13-15 persen.

“Dari data tersebut, rata-rata kredit yang disalurkan bank Himbara kepada UMKM hanya sekitar 35,24 persen,” kata Anwar Abbas.

Sebaliknya, lanjut dia, kelompok usaha besar yang jumlahnya sangat kecil justru menikmati porsi pembiayaan lebih besar. Berdasarkan perhitungannya, sekitar 64,76 persen kredit Himbara mengalir ke sektor usaha besar.

Kondisi itu dinilai tidak sejalan dengan prinsip keadilan ekonomi maupun amanat Pasal 33 UUD 1945 yang menekankan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

“Jumlah UMKM yang mencapai 99,99 persen hanya mendapatkan kredit sekitar 35,24 persen, sementara usaha besar yang jumlahnya hanya 0,01 persen memperoleh 64,76 persen kredit,” ujarnya.

Karena itu, Anwar menilai kekecewaan Presiden Prabowo terhadap kinerja bank-bank Himbara dapat dipahami. Ia menilai bank negara seharusnya memainkan peran lebih besar dalam memperkuat sektor usaha rakyat, bukan hanya melayani kelompok usaha besar.

Menurut dia, apabila pola penyaluran kredit yang ada saat ini terus berlangsung, kesenjangan sosial dan ekonomi berpotensi semakin melebar.

Anwar menilai peringatan Prabowo kepada Himbara agar tidak hanya menyalurkan kredit kepada kelompok usaha besar merupakan langkah yang tepat. Ia berharap pembiayaan lebih banyak diarahkan kepada masyarakat lapisan bawah dan pelaku usaha pemula dengan bunga yang terjangkau.

“Sikap dan pandangan Prabowo seperti ini sangat patut didukung,” ujarnya.

Ia meyakini perluasan akses pembiayaan bagi UMKM akan mendorong mobilitas ekonomi masyarakat. Dalam beberapa tahun ke depan, usaha mikro, ultra mikro, dan usaha kecil berpeluang naik kelas menjadi usaha yang lebih besar.

Jika hal itu terwujud, jumlah kelas menengah Indonesia akan semakin meningkat dan aktivitas ekonomi nasional dapat bergerak lebih kuat.

Anwar menegaskan, penguatan UMKM melalui akses kredit yang lebih luas bukan hanya mendukung pemerataan ekonomi, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.