Jembatan TNI-Polri Buka Akses Petani, Warga Tak Lagi Andalkan Rakit

Warga melintasi salah satu dari 3.395 jembatan TNI-Polri yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto secara hybrid melalui konferensi video, pada Kamis, 13 Agustus 2026. Foto: BPMI Setpres/Rusman

Generasi.co, Kabupaten Bekasi – Warga Desa Ridomanah dan Desa Ridogalih kini lebih mudah menyeberangi sungai setelah jembatan dibangun di kawasan tersebut. Sebelumnya, warga harus menggunakan rakit sederhana hingga berenang ketika sungai banjir untuk mencapai sawah, ladang, maupun wilayah di seberang.

Bagi petani, keberadaan jembatan memangkas hambatan yang selama bertahun-tahun mengganggu aktivitas sehari-hari. Kendaraan roda dua kini dapat melintas sehingga warga tidak lagi bergantung pada rakit atau jalur bawah sungai.

Iman, petani di Desa Ridomanah, mengatakan warga sebelumnya mengandalkan getek atau rakit untuk menyeberang. Saat banjir membuat rakit tidak dapat digunakan, sebagian warga bahkan terpaksa berenang.

“Dulu waktu belum ada jembatan kadang-kadang pakai getek pak, rakit. Kadang-kadang kalau lagi musim banjir itu rakit lepas dari ini. Jadi masyarakat itu kalau nyebrang kadang-kadang renang sendiri pak. Sulit lah. Sekarang alhamdulillah adanya jembatan ini saya sangat bersyukur sekali,” tutur Iman.

Menurut Iman, jembatan tersebut membuat perjalanan warga lebih mudah dan aman. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas pembangunan jembatan yang kini dapat digunakan masyarakat.

“Saya sangat terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, sangat, sangat, sangat bersyukur adanya jembatan ini. Jadi awalnya saya nyebrang kali, sekarang alhamdulillah saya bisa menyebrang jembatan ini,” katanya.

Evi Sri Rahayu, warga Desa Ridomanah, mengatakan petani sebelumnya mencari cara sendiri untuk membawa hasil pertanian menyeberangi sungai. Mereka menggunakan peralatan seadanya, termasuk galon yang dibuat sebagai alat bantu penyeberangan.

“Petani-petani sebelum ada jembatan kan suka nyebrang-nyebrang pakai galon-galon atau itu apa bikin sendiri, inisiatif buat nyebrang bawa padi, bawa apa warga sini. Tapi alhamdulillah sekarang mah bisa dilalui motor, jadi lebih gampang, praktis,” ujar Evi.

Kemudahan akses tersebut juga dinilai dapat memperlancar aktivitas ekonomi warga. Jalur yang sebelumnya harus ditempuh melalui bagian bawah sungai dan memutar kini dapat dilalui lebih cepat melalui jembatan.

“Harapan ke depannya bisa lebih maju perekonomian warga bisa lebih gampang lagi, bisa dilalui dengan motor. Kemarin-kemarin kan nyebrang lewat jalur bawah, tapi sekarang alhamdulillah. Berarti lebih gampang lah perekonomian kalau ada apa-apa langsung nyebrang, enggak jauh gitu, bisa lebih cepat,” ungkapnya.

Maryati, warga Desa Ridogalih yang telah tinggal di kawasan tersebut sejak kecil, juga mengenang masa ketika warga masih menggunakan eretan atau rakit bambu sederhana untuk mencapai seberang sungai.

Ia berharap pembangunan infrastruktur untuk masyarakat terus dilanjutkan, termasuk peningkatan jalan dan fasilitas penunjang lainnya.

“Untuk Bapak Presiden kami selaku warga desa sini mengucapkan banyak terima kasih atas jembatan diresmikannya untuk fasilitas warga ke sawah, ke ladang gitu kan, sangat membantu sekali. Terima kasih,” ucap Maryati.

Jembatan tersebut merupakan bagian dari 3.395 Jembatan TNI-Polri dan 3.000 Sumber Air Bersih TNI AD yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto secara hybrid melalui konferensi video pada Kamis (13/8/2026).

Bagi warga, pembangunan jembatan bukan sekadar menghadirkan infrastruktur baru. Akses yang sebelumnya menjadi hambatan kini dapat dilalui dengan lebih mudah untuk menunjang aktivitas ke sawah, ladang, maupun desa di seberang sungai.