Studi: Minuman Manis Setiap Hari Tingkatkan Risiko Kanker Lambung

Soda/Pexels

Generasi.co, Jakarta – Kebiasaan mengonsumsi minuman manis setiap hari dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker lambung secara signifikan. Sebuah studi terbaru menemukan bahwa orang yang mengonsumsi sedikitnya satu porsi minuman tinggi gula per hari memiliki risiko 2,45 kali lebih tinggi terkena kanker lambung dibandingkan mereka yang tidak pernah mengonsumsinya.

Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Gastro Hep Advances dan menjadi studi pertama yang menunjukkan hubungan antara konsumsi minuman manis dengan kanker lambung pada populasi Amerika Serikat.

“Ini adalah studi pertama yang menunjukkan hubungan antara asupan minuman manis dan kanker lambung pada populasi AS,” kata penulis senior studi sekaligus ahli gastroenterologi Massachusetts General Hospital, Dr Andrew T. Chan.

Menurut Chan, kanker lambung merupakan penyebab kematian akibat kanker kelima terbesar di dunia, tetapi kontribusi pola makan terhadap penyakit tersebut masih belum banyak dipahami.

Risiko Lebih Besar pada Wanita

Penelitian ini menganalisis data lebih dari 112.000 peserta yang mengikuti dua studi jangka panjang, yaitu Nurses’ Health Study dan Health Professionals Follow-Up Study. Selama periode 1986–2022, peneliti mencatat 278 kasus kanker lambung di antara peserta.

Setelah memperhitungkan berbagai faktor risiko lain, peningkatan risiko ditemukan pada pria maupun wanita. Wanita yang mengonsumsi setidaknya satu minuman manis setiap hari memiliki risiko sekitar tiga kali lipat lebih tinggi mengalami kanker lambung, sedangkan pada pria risikonya meningkat sekitar dua kali lipat.

Penelitian juga mencatat konsumsi minuman dengan pemanis buatan tidak menunjukkan hubungan dengan peningkatan risiko kanker lambung.

Belum Membuktikan Sebab-Akibat

Meski menemukan hubungan yang kuat, peneliti menegaskan studi ini bersifat observasional sehingga belum dapat membuktikan bahwa minuman manis secara langsung menyebabkan kanker lambung.

Sejumlah faktor lain, seperti riwayat infeksi bakteri Helicobacter pylori dan riwayat penyakit dalam keluarga, belum sepenuhnya dapat dianalisis dalam penelitian ini.

Tim peneliti menduga minuman manis dapat memicu berbagai mekanisme biologis yang berkontribusi terhadap pembentukan sel kanker, mulai dari kenaikan berat badan, resistensi insulin, peradangan, kerusakan DNA, hingga gangguan keseimbangan mikrobioma usus.

“Namun, mekanisme pasti dari efek karsinogenik minuman manis ini masih perlu diselidiki lebih lanjut melalui studi masa depan,” tulis tim peneliti.