Generasi.co, JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengapresiasi Polri dan tim gabungan yang menggagalkan penyelundupan 1,16 ton ketamin di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara. Pengungkapan tersebut dinilai menyelamatkan jutaan orang dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
Dasco mengatakan peredaran narkoba dapat merusak generasi muda dan menghambat kreativitas anak bangsa. Ia menilai upaya pemberantasan narkotika harus menjadi perhatian bersama, terlebih ketamin yang diselundupkan itu diduga berasal dari Malaysia.
“Kita semua wajib berikhtiar untuk memerangi bahaya yang sangat-sangat dapat merusak anak-anak negeri, sehingga kalau sudah narkoba ini kreativitasnya (anak-anak) sangat-sangat berkurang,” kata Dasco dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Ia juga menyampaikan keprihatinan atas dugaan keterlibatan pihak dari luar negeri dalam penyelundupan tersebut. Berdasarkan data yang diperolehnya dari kepolisian, kapal MT Global 168 yang mengangkut ketamin itu tercatat milik PT Makmur Merin Petroleum, dengan alamat di Suite 1112, Lantai 8, Menara TJB, Johor Bahru, Malaysia.
“Saya juga mengucapkan rasa turut prihatin kita yang mendalam terhadap apa yang terjadi,” ujarnya.
Dasco secara khusus mengapresiasi kerja Polri di bawah komando Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto bersama tim gabungan, termasuk Badan Narkotika Nasional (BNN), yang menggagalkan upaya penyelundupan tersebut.
Sebelumnya, Kapolri Suyudi Ario Seto mengungkapkan, petugas menyita 58 karung ketamin HCL dengan berat bruto 1,16 ton dari kapal MT Global 168. Petugas juga mengamankan alat komunikasi dan kapal yang digunakan untuk mengangkut barang tersebut.
“Operasi gabungan itu melibatkan Bareskrim Polri, BNN, Ditjen Bea dan Cukai, Ditpolair Baharkam Polri, serta Polda Sumut,” ujar Suyudi di Pelabuhan Bandar Deli, Medan, Jumat (23/10/2026).
Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan delapan awak kapal. Mereka terdiri atas tujuh warga negara Indonesia (WNI) dan satu warga negara Taiwan.
Kapolri memperkirakan pengungkapan kasus ini telah menyelamatkan sekitar 5,8 juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan ketamin. Angka tersebut didasarkan pada estimasi jumlah barang bukti yang berhasil diamankan.










