Generasi.co, SLEMAN – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui program Desa BRILiaN 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hingga Oktober 2026, program tersebut telah merevitalisasi dua posyandu, melatih kader dari 13 posyandu, serta menjangkau 141 balita untuk pemantauan pertumbuhan.
Salah satu fasilitas yang direvitalisasi adalah Posyandu Lili di Dusun Purworejo, Kalurahan Hargobinangun, Sleman. BRI meresmikan kembali posyandu tersebut melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli pada 21 Oktober.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto mendorong masyarakat memanfaatkan fasilitas tersebut secara berkelanjutan. Dia juga menilai kader posyandu memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan ibu dan anak serta mengedukasi keluarga mengenai pemenuhan gizi.
“Saya berharap Posyandu Lili semakin aktif melayani masyarakat dan dimanfaatkan secara rutin oleh para ibu untuk memantau tumbuh kembang anak. Saya juga ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada ibu-ibu kader posyandu yang selama ini bekerja dengan penuh kepedulian,” ujar Siti, dikutip Minggu (1/11/2026).
Hingga Oktober 2026, program Desa BRILiaN 1.000 HPK juga telah memberikan edukasi kesehatan kehamilan dan pemenuhan nutrisi kepada 21 ibu hamil serta 27 peserta kelas gizi.
Program tersebut turut memantau pertumbuhan 141 balita untuk mendeteksi dini risiko gangguan pertumbuhan. BRI juga memberikan dukungan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 23 ibu hamil dan 24 balita dengan kondisi gizi kurang.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, keberhasilan program sosial tidak hanya diukur dari pelaksanaan kegiatan, tetapi juga dari manfaat dan keberlanjutan dampaknya bagi masyarakat.
“Sebagai salah satu institusi perbankan nasional, BRI tidak hanya berkomitmen memberikan layanan keuangan, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL BRI Peduli,” kata Dhanny.
Menurut dia, BRI terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program di bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan sekaligus mendukung prioritas pembangunan nasional.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menilai keberadaan Posyandu Lili memperkuat akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dasar. Selain pemantauan pertumbuhan anak, posyandu menjadi tempat edukasi bagi orang tua mengenai kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, serta pola asuh.
Kembangkan Kebun Pangan Perempuan
Selain merevitalisasi posyandu, BRI juga meresmikan Kebun Pangan Perempuan berbasis polibag di Kalurahan Hargobinangun. Kebun tersebut menyediakan sayuran segar yang dibudidayakan tanpa pestisida kimia untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga dan penyediaan PMT berbahan pangan lokal.
Program tersebut sekaligus memberdayakan Kelompok Wanita Tani melalui pemanfaatan pekarangan serta pengolahan dan pemasaran hasil panen.
Selain memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat, kebun tersebut dikembangkan sebagai ruang pembelajaran komunitas mengenai pertanian berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan.
Peresmian Posyandu Lili dan Kebun Pangan Perempuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program Desa BRILiaN 1.000 HPK dan Kebun Pangan Perempuan yang dihadiri Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Corporate Secretary BRI Dhanny, Bupati Sleman Harda Kiswaya, serta Wakapolda Daerah Istimewa Yogyakarta Brigjen Pol. Eddy Djunaedi.










