Ferry Juliantono Ajak ICMI Perkuat Koperasi dan Kemandirian Ekonomi

Menteri Koperasi Ferry Juliantono/IG

Generasi.co, JAKARTA – Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengajak Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) terlibat dalam penguatan koperasi melalui riset, pendampingan usaha, perluasan akses pasar, dan perbaikan tata kelola. Keterlibatan kalangan cendekiawan dan generasi muda dinilai penting agar koperasi mampu meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Ferry mengatakan koperasi dapat menjadi wadah untuk membangun kesejahteraan bersama melalui semangat ta’awun atau saling menolong. Prinsip tersebut sejalan dengan asas kekeluargaan dalam Pasal 33 UUD 1945.

“Saya mengajak ICMI berkontribusi secara nyata. Semangat ta’awun bukan sekadar teori, melainkan kerja nyata membangun kesejahteraan bersama. Koperasi adalah jalannya,” ujar Ferry dalam National Leadership Camp ICMI 2026 bertajuk “Koperasi sebagai Jalan Kemandirian Umat dan Pemerataan Ekonomi Nasional” di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut Ferry, koperasi harus dikelola dari, oleh, dan untuk anggota. Dalam mekanisme tersebut, anggota menghimpun modal, memilih pengurus, mengawasi pengelolaan, serta memperoleh manfaat usaha secara adil.

Dia juga mendorong koperasi terlibat lebih luas dalam pengembangan ekonomi syariah, termasuk sektor busana muslim, makanan halal, pariwisata, dan keuangan syariah. Keterlibatan tersebut diharapkan membantu pelaku usaha meningkatkan mutu produk, memperluas pemasaran, dan meningkatkan pendapatan anggota.

“Koperasi syariah, UMKM, pesantren, dan pasar tradisional adalah akar ekonomi rakyat. Perbankan syariah, pasar modal, serta dana sosial melengkapi dukungan semuanya harus saling menguatkan,” kata Ferry.

Ferry turut menyoroti peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dalam memperpendek rantai pasok dan menekan biaya distribusi. Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi beban biaya yang berpengaruh terhadap harga barang di tingkat konsumen.

Dia menilai ICMI memiliki kapasitas untuk membantu koperasi melalui riset, pendampingan usaha, dan pengembangan jejaring pasar agar mampu meningkatkan daya saing.

“Peran kalangan cendekiawan dapat mempertemukan pengetahuan dengan kebutuhan usaha melalui riset dan pendampingan. Jejaring pasar juga perlu membantu koperasi bersaing,” tegasnya.

Kepala Bakom Syahganda Nainggolan juga menekankan pentingnya keterlibatan kaum muda, cendekiawan, dan komunitas seperti ICMI dalam pendampingan koperasi serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurut Syahganda, ilmu pengetahuan, jaringan, dan kemampuan komunikasi perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus memastikan kebijakan ekonomi memberikan manfaat nyata.

“Sampaikan apa yang benar, bantu yang lemah didengar, pastikan kebijakan dipahami dan dirasakan manfaatnya di lapangan,” ujar Syahganda.

Dia mengatakan koperasi perlu menjawab kebutuhan konkret masyarakat, mulai dari penyediaan barang kebutuhan pokok dan penampungan hasil produksi hingga akses permodalan yang adil.

“Koperasi benar-benar tumbuh dan dikelola dengan baik, Indonesia tidak hanya akan berdiri tegak secara ekonomi, melainkan juga mewujudkan keadilan yang menjadi cita-cita bangsa sejak awal kemerdekaan,” katanya.