Generasi.co, JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatat pertumbuhan aktivitas layanan digital hingga Kuartal III 2026. Jumlah pengguna wondr by BNI mencapai 16,6 juta atau tumbuh 58 persen secara tahunan (year on year/YoY), dengan nilai transaksi Rp1.774 triliun atau meningkat 25 persen.
Pertumbuhan juga tercatat pada layanan digital untuk segmen bisnis dan korporasi. Platform BNIdirect membukukan nilai transaksi Rp9.324 triliun hingga Kuartal III 2026, meningkat 16 persen secara tahunan. Jumlah penggunanya mencapai 293 ribu atau tumbuh 19 persen.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, perubahan kebiasaan nasabah mendorong perseroan menyesuaikan layanan perbankan melalui penguatan kanal digital dan peningkatan kualitas pelayanan di kantor cabang.
“Bagi BNI, menjaga kepercayaan nasabah dimulai dari bagaimana kami memberikan layanan dalam keseharian. Kami terus mengembangkan layanan digital sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan di kantor cabang agar nasabah semakin mudah memenuhi kebutuhan perbankannya,” kata Okki dalam keterangan tertulis, Jumat (30/10/2026).
Menurut Okki, pertumbuhan aktivitas pada platform digital turut mendukung penguatan dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) BNI.
Hingga Kuartal III 2026, CASA BNI tumbuh 19,6 persen secara tahunan menjadi Rp733,7 triliun. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan CASA industri perbankan yang tercatat sebesar 9,7 persen.
Penguatan struktur pendanaan tersebut memberikan ruang bagi BNI untuk menjaga kapasitas intermediasi. Hingga Kuartal III 2026, penyaluran kredit BNI tumbuh 22,2 persen secara tahunan.
Selain mengembangkan wondr by BNI untuk segmen ritel dan BNIdirect bagi nasabah bisnis serta korporasi, perseroan memperluas pilihan layanan digital melalui wondr yang menyasar anak dan remaja. BNI juga mengembangkan wondr Merchant untuk membantu pelaku usaha menerima pembayaran digital dan mengelola transaksi rutin.
BNI turut memanfaatkan teknologi untuk mendukung pelayanan sektor publik. Pengembangan tersebut memperoleh tiga penghargaan dalam GovMedia Awards 2026 di Singapura, masing-masing kategori Digital Initiative, Process Optimization, dan Public Sector Initiative.
BNI Perkuat Kualitas Pelayanan
Selain pengembangan teknologi, BNI meningkatkan kualitas pelayanan di kantor cabang dan memperkuat keandalan operasional. Perseroan berupaya membangun pengalaman nasabah yang konsisten, mulai dari interaksi langsung hingga dukungan sistem dan infrastruktur.
“Penguatan layanan digital tersebut berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh. BNI terus membangun pengalaman nasabah yang konsisten melalui penguatan layanan di sisi depan yang ditopang keandalan operasional, sistem, dan infrastruktur di back end,” ujar Okki.
Upaya tersebut turut memperoleh pengakuan melalui Danantara Indonesia CX100 Award 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 13 Oktober 2026. BNI meraih posisi Top 3 sektor Financial Services dan Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik.
Penilaian dalam ajang tersebut mencakup tiga aspek, yakni Effectiveness, Ease, dan Emotion. Ketiganya mengukur kemampuan layanan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan, kemudahan akses, serta pengalaman selama berinteraksi dengan perusahaan.
BNI juga menerima penghargaan Leadership in Corporate Governance dalam The 17th IICD Corporate Governance Award 2026 dan masuk daftar Top 50 Emiten BigCap Public Listed Company.
Okki mengatakan, berbagai pengakuan tersebut menjadi masukan bagi perseroan untuk menentukan prioritas perbaikan layanan dan pengembangan kanal digital. Memasuki delapan dekade perjalanan, BNI berkomitmen melanjutkan transformasi pelayanan melalui penguatan kapabilitas digital, keandalan operasional, serta kualitas interaksi dengan nasabah.
“BNI berkomitmen menghadirkan pengalaman perbankan yang semakin mudah dan andal dengan semangat Melayani Sepenuh Hati,” pungkasnya.










