Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menegaskan pentingnya menjaga iklim investasi yang aman dan kondusif dengan menindak tegas segala bentuk aksi premanisme yang meresahkan dunia usaha.
Generasi.co, Jakarta – Beredar di media sosial, sebuah video yang menunjukkan sejumlah pelaku usaha Cilegon, yang berasal dari sejumlah Organisasi Pengusaha nasional terkesan memaksa dan mengintimidasi investor proyek Chandra Asri Alkali dengan meminta jatah pekerjaan tanpa tender. Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menyayangkan kejadian itu.
“Kita tengah memulihkan iklim investasi di Indonesia akibat aksi premanisme yang mengganggu investor dan pelaku usaha, kini kita tercoreng kembali citranya akibat aksi intimidatif yang ditunjukkan sejumlah pelaku usaha yang mendesak pembagian alokasi pekerjaan dalam jumlah besar tanpa tender,” kata Eddy dalam keterangan tertulis, Selasa (13/5).
“Kontan berita ini menyebar ke kalangan investor dalam dan luar negeri yang kemudian mempertanyakan kondusivitas iklim investasi di Indonesia akibat banyaknya gangguan yang dihadapi,” lanjutnya.
Menghadapi situasi tersebut, Eddy Soeparno mendesak perwakilan organisasi pelaku usaha yang diduga menekan dan mengintimidasi investor, segera ditindak tegas oleh pimpinan organisasi induknya di pusat.
“Sebagaimana saya sampaikan sebelumnya, aparat penegak hukum harus segera menindak oknum-oknum yang meresahkan ini agar Indonesia mengirimkan sinyal kuat bahwa kita tidak mentolerir aksi-aksi ‘koboi’ tersebut,” tegasnya.
Selain itu, agar kepercayaan investor tidak susut terhadap iklim investasi Indonesia, Doktor Ilmu Politik UI ini mendukung pelaku usaha yang diganggu oleh ulah premanisme dan oknum untuk segera melapor ke Satgas Investasi Kementrian Investasi/BKPM agar bisa ditangani dan diselesaikan permasalahannya dengan cepat.
“Terakhir, perlu saya tegaskan kembali bahwa siapa saja yang mengganggu iklim investasi dan bisnis di Indonesia sama saja dengan mengganggu target pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8%,” tutup Anggota Komisi XII DPR RI ini.










