MoLiNas Diluncurkan, Pengemudi Ungkap Efisiensi Motor Listrik

Presiden Prabowo Subianto menyapa para pengguna kendaraan listrik saat Peluncuran Motor Listrik Nasional (MoLiNas) beserta ekosistem pendukung oleh Presiden Prabowo Subianto di Fasilitas Produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, pada Kamis, 13 Agustus 2026. Foto: BPMI Setpres/Rusman

Generasi.co, Bekasi – Penggunaan motor listrik dinilai mampu menekan biaya operasional pengemudi ojek daring dan kurir ekspedisi. Pengalaman tersebut dirasakan pengguna kendaraan listrik yang menjalankan aktivitas sehari-hari dengan kendaraan berbasis listrik.

Courier Operation Vice President Pos Indonesia Fernanda Windy Rahmanto mengatakan biaya operasional kendaraan listrik yang digunakan kurir jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.

Menurut Fernanda, Pos Indonesia mulai menggunakan kendaraan listrik untuk mendukung operasional kurir sejak 2023. Dalam penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil, biaya yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp750.000 per kurir setiap bulan.

“Kalau dari sisi kelebihannya, memang lebih hemat ya. Kalau kami menggunakan bahan fosil itu, kalau dirupiahkan dalam satu bulan kami menghabiskan sekitar Rp750.000 per bulan. Tetapi dengan EV ini, satu kurir satu bulan itu hanya habis sekitar Rp250.000,” ujar Fernanda.

Efisiensi serupa dirasakan Ratih Intan, pengemudi ojek daring yang telah menggunakan kendaraan listrik selama sekitar dua setengah tahun. Ia menilai motor listrik lebih efisien dari sisi biaya dan waktu dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin.

“Perbedaannya itu jauh lebih enak. Saya prefer menggunakan motor EV ini karena yang pertama lebih efisien. Efisiensi waktu, efisiensi biaya,” kata Intan.

Selain biaya operasional, Intan menilai motor listrik memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman. Kendaraan tersebut tidak menghasilkan emisi dan memiliki suara yang lebih rendah sehingga dinilai lebih nyaman ketika digunakan di lingkungan permukiman.

“Ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi, emisinya nol. Sudah itu senyap, lebih enak. Jadi kalau masuk di gang-gang itu lebih enak lah pokoknya, lebih mendukung banget,” ujarnya.

Pengalaman para pengguna tersebut disampaikan setelah Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Motor Listrik Nasional (MoLiNas) beserta ekosistem pendukungnya di Fasilitas Produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

Intan menyambut pencanangan MoLiNas dan berharap produksi motor listrik nasional diperbanyak. Menurut dia, penggunaan kendaraan listrik dapat membantu pengemudi meningkatkan penghasilan.

“Saya dukung pemerintah untuk mencanangkan Motor Listrik Nasional. Besar harapan saya lebih diperbanyak lagi produksinya. Karena apa? Lebih banyak membantu para driver dari segi penghasilan,” tuturnya.

Pos Indonesia juga menyambut peluncuran MoLiNas. Fernanda berharap pembangunan ekosistem kendaraan listrik dapat segera diperluas ke berbagai daerah, tidak hanya kota-kota besar.

“Ke depannya kami berharap ekosistem motor listrik di Indonesia segera ya cepat untuk diimplementasikan di semua daerah. Tidak hanya di kota-kota besar. Tapi untuk tier 2, tier 3 juga terbangun juga ekosistem itu,” tuturnya.