Generasi.co, Bekasi – Presiden Prabowo Subianto menargetkan penguatan kemandirian energi Indonesia dapat mulai terlihat dalam tiga hingga lima tahun ke depan. Pemerintah mendorong elektrifikasi berbagai sektor hingga pengurangan pembangkit listrik berbahan bakar diesel untuk menekan ketergantungan terhadap energi dari luar negeri.
Prabowo mengatakan Indonesia masih mengeluarkan devisa sekitar USD28 miliar hingga USD30 miliar setiap tahun untuk kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dari luar negeri. Kondisi tersebut dinilai membuat Indonesia rentan terdampak ketika terjadi konflik maupun perang dagang di negara lain.
“Kita terlalu besar untuk menggantungkan diri kepada pihak luar,” tegas Prabowo saat meresmikan peluncuran Motor Listrik Nasional (Molinas) beserta ekosistem pendukungnya di Fasilitas Produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).
Salah satu langkah yang didorong pemerintah ialah memperluas penggunaan listrik sebagai sumber energi utama, termasuk pada sektor transportasi dan peralatan industri. Prabowo menilai elektrifikasi dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
“Salah satu cara mengelolanya adalah seperti hari ini. Dengan motor dan mobil listrik, dengan bus listrik, dengan traktor listrik, dengan sebanyak mungkin alat-alat kita menggunakan listrik sebagai energi utama, kita akan lebih aman. Kita akan lebih sejahtera,” kata dia.
Pemerintah juga menyiapkan agenda transisi energi lain. Prabowo menyampaikan rencana mengganti penggunaan LPG dengan CNG serta membangun pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas total 100 gigawatt dalam empat tahun.
Prabowo juga meminta PT PLN (Persero) mempercepat pengurangan pembangkit listrik berbahan bakar diesel. Menurut dia, kapasitas pembangkit diesel sekitar 13 gigawatt harus segera ditinggalkan.
“PLN harus tinggalkan pembangkit listrik dari diesel. Kurang lebih 13 gigawatt harus segera kita tinggalkan,” ujarnya.
Prabowo mengatakan Indonesia sebenarnya memiliki modal besar untuk membangun kemandirian energi berupa sumber daya alam yang melimpah. Kekayaan tersebut, kata dia, harus dijaga dan dikelola agar memberikan manfaat bagi bangsa.
Dia juga menyebut masih terdapat potensi sumber energi lain yang terus diteliti dan dikembangkan. Para ilmuwan dan peneliti Indonesia disebut terus menemukan potensi baru, termasuk cadangan hidrogen alam yang dinilai sangat besar.
Menurut Prabowo, penguatan kemandirian energi membutuhkan kolaborasi seluruh kekuatan ekonomi nasional tanpa membedakan skala usaha.
“Hari ini saya mengajak kalian Indonesia Incorporated. Kita harus jadi satu. Yang kuat, yang menengah, yang agak menengah, dan yang lemah. Harus bersatu,” kata Prabowo.
Ia optimistis berbagai langkah tersebut dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi gejolak global sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.
“Kita akan bangkit benar-benar. Sekarang kita sudah mulai bangkit,” pungkasnya.










