Dasco Maklumi Penolakan Kader Gerindra terhadap Budi Arie

Wakil ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (Sumber: Instagram @sufmi_dasco)
Wakil ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (Sumber: Instagram @sufmi_dasco)

Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menilai wajar munculnya penolakan dari sejumlah kader terhadap rencana Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, untuk bergabung ke Gerindra. Menurutnya, perbedaan sikap di internal partai bukan hal luar biasa dalam dunia politik.

“Ya namanya dinamika di politik. Tidak menerima atau ada yang menerima itu kan biasa. Jadi menurut saya tak perlu dibesar-besarkan karena hal itu memang biasa terjadi,” ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (13/11/2025).

Meski isu penolakan menguat, Dasco menegaskan bahwa belum ada pembahasan resmi di internal Gerindra mengenai kemungkinan masuknya Budi Arie. Pasalnya, Ketua Umum Gerindra sekaligus Presiden RI Prabowo Subianto baru kembali dari kunjungan luar negeri.

“Ini belum sempat dibahas. Karena Pak Prabowo sibuk ke luar negeri kemarin,” kata Dasco.

Gelombang Penolakan dari Daerah

Wacana Budi Arie bergabung dengan Gerindra mencuat setelah ia menyampaikan keinginan tersebut di hadapan para relawan Projo pada Kongres Projo, 1–2 November 2025.

Namun, sejumlah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra langsung menyatakan penolakan. Salah satunya datang dari DPC Gerindra Kota Blitar.

Sekretaris DPC Gerindra Blitar, Tan Ngi Hing, menilai Budi Arie sebagai sosok oportunis yang dikhawatirkan dapat mengganggu soliditas kader.

“Kalau menyebut beliau itu apa ya… oportunis,” ujar Hing. Ia menyinggung rekam jejak Projo yang dalam dua pemilu sebelum Pilpres 2024 berada di barisan pendukung Jokowi dan kerap mengkritik Prabowo.

Hing juga menyoroti rencana Projo mengganti wajah Jokowi dalam logo organisasi sebagai salah satu indikasi sikap oportunistik.

“Teman-teman Gerindra Kota Blitar sepakat bulat menolak Pak Budi masuk DPP Partai Gerindra,” ucapnya.

Respons Budi Arie: Itu Hak Mereka

Menanggapi gelombang penolakan, Budi Arie menyatakan tak mempermasalahkannya. Ia menilai sikap para kader Gerindra merupakan bagian dari hak demokratis.

“Ya itu hak mereka. Saya menghargai, enggak apa-apa. Mereka yang punya partai, masa saya menjawab,” ujar Budi Arie dalam program Gaspol! Kompas.com, Rabu (12/11/2025).

Budi Arie mengaku sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah elite Gerindra terkait keinginannya bergabung. Namun, ia menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada mekanisme partai.

“Saya sudah komunikasi, disampaikan langsung. Karena yang minta menjawab dalam forum terbuka itu kan Pak Ketua Umum, Pak Presiden,” katanya.

Ia menegaskan tak akan kecewa jika nantinya Gerindra memutuskan untuk menolak dirinya.

“Kalau ditolak ya sudah. Toh saya tetap Ketua Umum Projo, pemimpin ormas,” ujarnya.