Purbaya Ungkap Alasan Kerap Omong Gede di Awal Jadi Menkeu

Generasi.co, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap alasan dirinya kerap menyampaikan optimisme mengenai perekonomian Indonesia hingga dianggap “omong gede” dan sombong saat awal menjabat.

Purbaya mengatakan sikap tersebut merupakan strategi untuk membentuk ekspektasi positif terhadap kondisi ekonomi sekaligus mengembalikan kepercayaan masyarakat dan pelaku pasar.

Ia menerapkan teori macroeconomics of self-fulfilling prophecies, yakni membentuk ekspektasi agar keputusan pelaku ekonomi bergerak ke arah yang diharapkan.

“Caranya bagaimana? Saya terapkan pengetahuan yang sudah saya pelajari, macroeconomics of self-fulfilling prophecies. Jadi, kita membentuk ekspektasi, dari ekspektasi itu nanti biasanya ekonomi yang berjalan ke arah sana,” ujar Purbaya.

Menurut dia, ekspektasi positif dapat mendorong masyarakat berbelanja, investor berinvestasi, serta perusahaan melakukan ekspansi. Sebaliknya, keyakinan bahwa ekonomi akan mengalami resesi dapat membuat pelaku ekonomi menahan aktivitasnya.

“Investor tidak takut investasi, masyarakat tidak takut belanja, perusahaan pun tidak takut ekspansi karena mereka pikir ekonomi akan membaik ke depan. Tapi kalau semua berpikir ekonomi akan meresesi, ekonomi bisa betul-betul resesi,” katanya.

Purbaya mengakui strategi tersebut membuatnya harus lebih vokal menyampaikan optimisme meski mendapat penilaian negatif.

“Dalam waktu dekat kan susah untuk itu. Ya terpaksa saya omong gede, yang dibilang orang sombong, ‘itu Purbaya sombong banget’. Itu bukan sombong, tapi desain untuk membentuk ekspektasi ke depan, ke arah yang positif,” tegasnya.

Ia mengatakan langkah tersebut dilakukan karena ketika mulai menjabat sebagai Menteri Keuangan, Indonesia baru menghadapi gelombang demonstrasi besar. Karena itu, kepercayaan masyarakat perlu segera dipulihkan.

“Pertama kan waktu saya jadi menteri, itu kan kita baru menghadapi demo besar. Saya mesti kembalikan confidence ke masyarakat secepat-cepatnya,” beber Purbaya.

Purbaya menilai strategi tersebut mulai menunjukkan hasil. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia telah keluar dari pola stagnan di kisaran 5 persen.

“Saya pastikan sudah keluar dari kutukan pertumbuhan 5 persen. Triwulan IV tahun lalu kan 5,39 persen, triwulan pertama 5,61 persen, triwulan II 5,29 persen,” ujarnya.

Menurut Purbaya, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II yang melambat dibandingkan kuartal sebelumnya dipengaruhi gangguan global. Ia tetap optimistis pertumbuhan ekonomi kembali menguat pada paruh kedua tahun ini dan mendekati 6 persen pada kuartal IV.

“Agak turun sedikit, tapi karena gangguan global. Sekarang siap untuk bergerak ke 6 persen lagi. Mungkin triwulan IV tahun ini bisa mendekati 6 persen,” tegas Purbaya.

Setahun menjabat sebagai Bendahara Negara, Purbaya juga mengaku mengalami penurunan berat badan dari 102 kilogram menjadi 88 kilogram.

“Paling gampang kalau lihat berat badan saya kan? Pas jadi menteri saya 102 kilogram, sekarang 97 kilogram atau 98 kilogram, itu sudah recover. Kemudian turun ke 88 kilogram, berarti kerjanya memang berat di Kementerian Keuangan,” ujar Purbaya saat ditemui wartawan di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Selasa (8/9).

Meski mengakui pekerjaan sebagai Menteri Keuangan cukup berat, Purbaya mengatakan dirinya menikmati jabatan tersebut. Menurut dia, posisi itu memberinya kesempatan menguji teori-teori ekonomi yang selama ini dipelajarinya secara langsung di lapangan.