Generasi.co, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan sebesar Rp11,1 triliun hingga 6 Agustus 2026. Perseroan menargetkan penyaluran mencapai kuota Rp14 triliun hingga akhir tahun.
Consumer Loan Group Head BRI R Madya Januar mengatakan BRI optimistis dapat memenuhi kuota tersebut. Dengan realisasi Rp11,1 triliun, BRI masih mengejar penyaluran sekitar Rp2,9 triliun untuk mencapai target Rp14 triliun.
“Jadi setiap bank itu kan punya kuota. Nah tahun ini kita optimis bahwa kuota kita yang Rp14 triliun itu kita akan penuhi,” ujar Madya dalam acara CNN Indonesia Prime News Special Edition, Selasa (1/9).
Madya mengatakan kekuatan BRI dalam penyaluran KUR Perumahan berada pada sisi permintaan. Hal itu didukung basis nasabah KUR BRI yang besar.
Ia menyebut sekitar 81 persen hingga 82 persen portofolio KPR BRI berada di sisi permintaan.
“Memang di satu sisi karena kami ini adalah bank penyalur KUR, dimana sebetulnya segmen di sisi demand side itu yang menjadi kekuatan kami,” jelasnya.
Menurut Madya, nasabah UMKM yang telah memiliki rekam jejak pembiayaan di BRI menjadi salah satu potensi untuk memperluas penyaluran pembiayaan perumahan. Nasabah yang telah menyelesaikan KUR dapat ditawarkan pembiayaan lanjutan, termasuk untuk kebutuhan properti dan tempat usaha.
“Ini yang kita leverage sebetulnya, dari existing customer kita yang sudah lulus KUR-nya. Kita udah tahu kualitasnya. Ini yang kita coba tawarkan untuk pembiayaan,” katanya.
BRI juga tidak hanya melihat KUR Perumahan sebagai pembiayaan untuk membeli rumah. Menurut Madya, pembiayaan tersebut dapat mendukung kebutuhan usaha pelaku UMKM, seperti bengkel dan workshop.
Dengan basis nasabah KUR yang telah dimiliki, BRI menjadikan rekam jejak pembiayaan nasabah sebagai salah satu sumber permintaan untuk mengejar target KUR Perumahan hingga akhir 2026.










