‘Kita Jangan Cuma Jadi Konsumen!’ Menkop Ferry Proyeksikan Koperasi Merah Putih Cetak Produsen UMKM Syariah

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono/Ist.

Bandung, Generasi.co — Menteri Koperasi (Menkop) Republik Indonesia, Ferry Juliantono, menantang ekosistem Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) untuk melakukan revolusi besar-besaran dalam 25 tahun ke depan. Ia mendesak umat untuk berhenti hanya menjadi target pasar atau konsumen pasif, dan mulai mengambil alih kendali sebagai produsen tangguh di sektor riil.

Penegasan bernada visi jangka panjang ini disampaikan Ferry sebagai bagian dari cetak biru kebangkitan ekonomi umat. Ia menilai, fondasi paling mendesak saat ini adalah membongkar ego sektoral dan menyatukan seluruh elemen strategis perekonomian.

“Dalam pandangan saya sebagai bagian dari Masyarakat Ekonomi Syariah, yang paling dibutuhkan hari ini adalah ruang kolaborasi, ruang yang mempertemukan kekuatan pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga keuangan syariah. Kita harus memperkuat sinergi antara sektor keuangan syariah dan sektor riil, karena di situlah dampak nyata bagi masyarakat akan tercipta,” urai Ferry.

Koperasi Merah Putih Bukan Sekadar Program Musiman

Untuk memastikan produk-produk lokal memiliki panggung dan jalur distribusi yang kuat, Menkop kembali menekankan peran sentral Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ia menggarisbawahi bahwa inisiatif ini bukanlah sekadar proyek populis, melainkan pilar perlawanan ekonomi di akar rumput.

“Kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi bagian penting dari integrasi tersebut. Ini bukan sekadar program, tetapi langkah strategis untuk membangun ekosistem ekonomi umat yang kuat dan berkelanjutan,” tegasnya.

Visi 25 Tahun: Bangun Produsen, Kuasai Pasar!

Lebih jauh, Menkop menginstruksikan agar seluruh etalase Koperasi Merah Putih, khususnya di wilayah Jawa Barat yang menjadi barometer ekonomi syariah, wajib diisi penuh oleh produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Ia mematok target bahwa sektor riil harus menjadi medan juang utama selama seperempat abad ke depan.

“Dalam 25 tahun ke depan, sektor riil harus menjadi perjuangan utama ekonomi syariah. Dan saya berharap, produk-produk yang dijual di Koperasi adalah produk UMKM yang tumbuh dan dibesarkan oleh masyarakat ekonomi syariah, khususnya di Jawa Barat,” beber Ferry memberikan arahan tajam.

Sebagai penutup, ia kembali menyuntikkan doktrin kemandirian agar roda ekonomi umat benar-benar berputar dan dikuasai oleh bangsa sendiri.

“Kita tidak hanya membangun pasar, tapi juga membangun produsen. Kita tidak hanya menjadi konsumen, tapi menjadi pelaku utama ekonomi. Saatnya ekonomi syariah hadir lebih nyata, lebih kuat, dan lebih berdampak,” pungkas Ferry mengobarkan semangat kemandirian.