Bandung, Generasi.co — Bobotoh kembali membuktikan diri sebagai salah satu basis suporter paling militan yang tak pernah lelah membakar semangat di atas lapangan. Dukungan luar biasa yang mereka tunjukkan sukses meninggalkan kesan mendalam, khususnya bagi bek Persib Bandung, Eliano Reijnders, yang mengaku takjub dengan atmosfer di Kota Kembang.
Pemain berdarah Belanda-Indonesia itu mengaku belum pernah merasakan gairah sepak bola sehebat yang ditunjukkan oleh Bobotoh. Momen puncak kekaguman Eliano terjadi saat lautan manusia memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Sabtu (23/5/2026), menjadi saksi hidup ketika Persib memastikan trofi juara BRI Super League 2025/26.
Melampaui Atmosfer Sepak Bola Eropa
Bagi Eliano, gemuruh sekitar 32 ribu Bobotoh yang hadir langsung di GBLA menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Adik dari gelandang Manchester City, Tijjani Reijnders, ini bahkan tak ragu membandingkan kesetiaan dan militansi Bobotoh dengan suporter di Benua Biru. Menurutnya, dukungan yang diberikan suporter Persib terasa begitu istimewa dan melampaui atmosfer sepak bola Eropa yang pernah ia rasakan.
“Jauh lebih baik. Kalian bisa lihat sendiri bagaimana Bobotoh mendukung kami selama pertandingan sampai setelah laga selesai. Ini benar-benar luar biasa. Di Eropa memang gila, tetapi di sini jauh lebih gila,” jelasnya penuh kekaguman.
Sempurnanya Pesta Juara Bersama Bobotoh
Kehadiran Bobotoh di GBLA seolah menjadi energi tambahan bagi Pangeran Biru untuk memastikan mahkota juara tetap berada di Bandung. Dalam laga penentuan tersebut, Persib bermain imbang 0-0 kontra Persijap Jepara. Meski tanpa gol, hasil tersebut sudah cukup untuk mencatat hattrick juara Liga Indonesia, membawa tim asuhan Bojan Hodak finis di puncak klasemen dengan raihan 79 poin dan menang head to head atas Borneo FC Samarinda.
Di bawah sorak-sorai Bobotoh, keberhasilan tersebut terasa makin magis bagi Eliano, mengingat ini adalah gelar pertama yang diraihnya sepanjang kariernya sebagai pesepak bola profesional. Ia mengaku sempat berharap bisa membalas dukungan Bobotoh dengan kemenangan di laga terakhir, namun pada akhirnya gelar juara adalah hadiah terbaik untuk semuanya.
“Kami sebenarnya ingin menang dan mencetak gol, tetapi seperti yang disampaikan pelatih, yang paling penting kami tetap keluar sebagai juara,” ucap Eliano.
Persib Bandung mungkin telah memberikan Eliano Reijnders trofi pertamanya di kancah profesional, namun Bobotoh-lah yang menghadirkan pengalaman emosional yang sulit ia temukan bahkan di stadion-stadion megah di Eropa.










