Prabowo Tetapkan Belanja Negara 2027 Rp4.097,2 Triliun

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan para pengusaha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pusat dan daerah dari seluruh Indonesia di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 31 Juli 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Generasi.co, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menetapkan rencana belanja negara pada 2027 sebesar Rp4.097,2 triliun. Angka tersebut naik 6,62 persen dibandingkan pagu belanja dalam APBN 2026 sebesar Rp3.842,7 triliun.

“Belanja negara 2027 direncanakan Rp4.097,2 triliun, naik dari Rp3.842,7 triliun di APBN 2026,” ujar Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI dan Penyampaian RAPBN 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Di tengah kenaikan belanja tersebut, pemerintah menargetkan defisit anggaran 2027 sebesar 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Rasio itu lebih rendah dibandingkan defisit dalam APBN 2026 yang sebesar 2,68 persen terhadap PDB.

Prabowo mengatakan pemerintah akan berupaya menekan defisit tersebut agar lebih rendah. Ia menyebut pemerintah memiliki cita-cita untuk mencapai anggaran yang berimbang.

“Ini akan diusahakan untuk kita tekan lebih kecil lagi. Kita memahami bahwa defisit yang ideal adalah sekecil-kecilnya, bahkan cita-cita kita adalah anggaran yang berimbang,” kata Prabowo.

Untuk menopang anggaran 2027, pendapatan negara ditargetkan mencapai Rp3.426 triliun. Target tersebut meningkat 8,6 persen dibandingkan target pendapatan negara dalam APBN 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun.

Sementara itu, pembiayaan anggaran pada 2027 direncanakan sebesar Rp671,2 triliun. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan rencana pembiayaan dalam APBN 2026 yang mencapai Rp689,1 triliun.

Dengan rancangan tersebut, pemerintah menargetkan belanja negara lebih besar pada 2027, tetapi pembiayaan anggaran dan rasio defisit lebih rendah dibandingkan rencana dalam APBN 2026.